Peran JICT Makin Penting Dorong Daya Saing

Rochman Arief

Rabu, 24 April 2019 - 14:27

JATIMNET.COM, Jakarta – Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Jakarta Hermanta menilai peran Jakarta International Container Terminal (JICT) makin penting seiring dengan upaya pemerintah mendorong daya saing industri.

“JICT harus mampu menarik customer ekspor-impor dan memberikan pelayanan lebih baik, apalagi Tanjung Priok merupakan pelabuhan ke-26 tersibuk di dunia dan merupakan pelabuhan tersibuk di Indonesia," kata Hermanta, Rabu 24 April 2019.

Melihat perkembangan infrastruktur dan fasilitas pelabuhan di Indonesia, bukan tidak mungkin pelabuhan menjadi sektor yang mampu mendongkrak daya saing dan perekonomian nasional, seperti yang tertera dalam Global Competitiveness Report 2018.

BACA JUGA: Pelindo I Raih Kredit Sindikasi Rp1,3 Triliun

Di dalamnya disebutkan Indonesia bisa mempertahankan dan meningkatkan kinerja serta daya saingnya. Selain itu, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan pendapatan lebih tinggi dan berkelanjutan pada masa depan.

Merujuk data World Economic Forum dalam laporan The Global Competitiveness Report 2018 rating pelabuhan Indonesia menduduki peringkat 41 dari 140 negara, sedangkan tingkat efisiensi dari pelabuhan menduduki peringkat 61.

Naiknya skor Indonesia di pilar infrastruktur khususnya di pelabuhan membawa Indonesia menduduki peringkat 45, atau naik dua peringkat dari tahun sebelumnya. Di Asia Tenggara, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam peringkat empat setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

BACA JUGA: Kemenhub Jadikan Lima Pelabuhan Proyek Percontohan Bebas Korupsi

Sebagai upaya menguatkan peran JICT, Ditjen Bea dan Cukai beberapa waktu lalu telah menunjuk perusahaan ini untuk melayani alih muat kargo internasional mulai Maret 2019.

Dengan demikian, JICT menjadi dedicated area untuk perpindahan barang antar terminal (cross terminal movement) ke PT JICT dan TPK Koja. Dengan persetujuan otoritas kepabeanan, semua kapal dari luar negeri yang akan melakukan transshipment ke pelabuhan di negara tujuan berikutnya dapat melalui JICT.

Layanan transshipment internasional akan membawa dampak efisiensi bagi rantai logistik Indonesia. JICT sendiri selama 20 tahun beroperasi telah menyetor pajak kepada negara dan keuntungan kepada Pelindo II senilai Rp 15,4 triliun. Perusahaan ini juga telah melayani bongkar muat peti kemas sampai 37,3 juta TEU’s. (ant)

Baca Juga

loading...