Rabu, 11 February 2026 09:30 UTC

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit (tengah) saat diwawancarai, Rabu, 11 Februari 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Kantor SAR Kelas A Surabaya memperkuat kesiapsiagaan di perairan utara Jawa Timur menyusul tingginya potensi kecelakaan perahu nelayan di jalur Paciran hingga Sumenep, Madura. Langkah ini dilakukan dengan mendekatkan personel serta peralatan penyelamatan ke wilayah rawan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menyebut kawasan perairan utara menjadi salah satu fokus utama pengawasan karena kerap terjadi insiden laut, mulai dari kapal tenggelam hingga perahu nelayan hilang kontak.
“Di wilayah perairan utara, terutama Paciran hingga Sumenep, kerawanan yang sering terjadi adalah kecelakaan perahu nelayan, mulai dari perahu tenggelam hingga hilang kontak. Karena itu kami menyiagakan personel dan peralatan lebih dekat ke lokasi rawan,” ujar Nanang saat acara Gathering dengan awak media, Rabu, 11 Februari 2026.
BACA: Kebakaran Tongkang Batu Bara di Pelabuhan Semen Indonesia Tuban, Ratusan KK Terdampak Asap
Sebagai bentuk penguatan respons cepat, Basarnas Surabaya menggeser sejumlah peralatan, termasuk menempatkan Mobile Basarnas Boat (MBB) di wilayah Sumenep. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan pembentukan Unit Siaga SAR di Lamongan guna mempercepat penanganan insiden di kawasan pesisir utara Jawa Timur.
"Selain itu, kami juga mengusulkan pembentukan Unit Siaga SAR di Lamongan untuk memperkuat respons cepat di wilayah pesisir utara Jawa Timur," jelas Nanang.
Dalam operasi penyelamatan di laut, Basarnas Surabaya mengedepankan kolaborasi dengan berbagai stakeholder maritim, seperti otoritas pelayaran, pihak navigasi, serta kelompok nelayan. Informasi darurat juga disebarkan melalui sistem siaran maritim (broadcast) kepada kapal yang melintas agar dapat membantu proses pencarian saat terjadi insiden.
BACA: Basarnas Surabaya Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Bencana di Jatim
“Koordinasi dengan stakeholder (pemangku kepentingan) maritim dan kelompok nelayan terus kami lakukan agar apabila terjadi kecelakaan, respons pertolongan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Melalui penguatan kesiapsiagaan di wilayah pesisir utara, Basarnas Surabaya berharap risiko kecelakaan laut dapat diminimalkan serta proses pencarian dan pertolongan terhadap nelayan maupun pelaut berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
