Sabtu, 17 October 2026 08:21 UTC

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hanif Fakhrurroja usai berbicara dalam pelatihan pemanfaatkan AI yang digelar BRIN dan DPR RI di Rich Palace Hotel, Sabtu, 17 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet
JATIMNET.COM, Surabaya –Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa manfaat bagi berbagai bidang, tetapi juga membuka peluang penyalahgunaan teknologi. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Hanif Fakhrurroja, S.Si., M.T., mengingatkan masyarakat agar mewaspadai manipulasi digital berupa deepfake serta risiko ketergantungan berlebihan pada AI.
Hanif menyampaikan peringatan tersebut dalam pelatihan pemanfaatan AI bagi jurnalis yang digelar DPR RI bersama BRIN di Hotel Rich Palace, Surabaya, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurut dia, deepfake memungkinkan seseorang memanipulasi konten digital dengan memanfaatkan wajah, suara, atau identitas orang lain untuk menghasilkan gambaran maupun pernyataan palsu. Jika masyarakat tidak mampu mengenali manipulasi tersebut, konten yang menyesatkan berpotensi dipercaya dan disebarluaskan.
"Rendahnya literasi digital menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat rentan terhadap penyalahgunaan AI. Karena itu, edukasi publik perlu diperkuat agar masyarakat lebih kritis ketika menerima informasi, terutama konten digital yang menampilkan seseorang seolah-olah melakukan atau mengatakan sesuatu," ujar Hanif.
BACA: BRIN: Wartawan Harus Verifikasi Berita Hasil AI untuk Cegah Hoaks dan Deepfake
Selain edukasi, pengembangan teknologi keamanan siber juga diperlukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan AI. Upaya tersebut penting seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.
Hanif menjelaskan, pengembangan riset AI di Telkom University, tempat ia juga terlibat dalam kegiatan penelitian, mencakup sejumlah bidang. Salah satunya melalui Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber yang mempelajari upaya mengantisipasi penyalahgunaan teknologi.
Sementara itu, bidang penelitian yang ditekuninya melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas antara lain pemanfaatan AI untuk sektor pertanian dan perikanan. Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa AI dapat memberikan manfaat produktif apabila digunakan sesuai kebutuhan dan dikelola secara bertanggung jawab.
Ia mengibaratkan AI sebagai pisau bermata dua. Teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas dan membantu pekerjaan manusia, tetapi berpotensi menimbulkan kerugian apabila digunakan tanpa pertimbangan yang matang.
Risiko lain muncul ketika pengguna terlalu bergantung pada hasil instan AI. Hanif menyebut kecenderungan tersebut sebagai brain rot, yaitu kondisi ketika seseorang mengabaikan proses berpikir mandiri karena terus mengandalkan teknologi.
Dalam konteks jurnalistik, kebiasaan menyalin dan menempelkan keluaran AI tanpa pemeriksaan dapat melemahkan kreativitas serta kemampuan analisis wartawan. Padahal, pekerjaan jurnalistik menuntut penilaian kritis untuk membedakan fakta, opini, dan informasi yang menyesatkan.
Karena itu, Hanif mengingatkan agar pemanfaatan AI tetap disertai pengawasan manusia dan tanggung jawab atas informasi yang dihasilkan. Ia menegaskan bahwa teknologi seharusnya membantu manusia, bukan menggantikan pertimbangan dan tanggung jawab penggunanya.
BACA: Story WhatsApp Perwira Polisi Dipersoalkan, Jurnalis Tuban Gelar Aksi
“Ketika berita itu terjadi dan terjadi kesalahan, tetap yang salah itu bukan AI-nya. Yang salah itu manusianya, wartawan dan kantor beritanya,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya verifikasi fakta dalam penggunaan AI, khususnya bagi wartawan. Dengan menempatkan teknologi sebagai alat bantu dan bukan penentu kebenaran, jurnalis dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas berita tanpa mengorbankan akurasi maupun integritas profesi.
Hanif berharap wartawan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara kritis untuk menghasilkan pemberitaan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. “Memanfaatkan AI sebagai salah satu asisten untuk menghasilkan berita berkualitas,” ucapnya.
