Logo

Pemkab Madiun Dorong Kemandirian PKL melalui “Jumat Sore” di Alun-alun Caruban

Reporter:

Minggu, 17 May 2026 12:00 UTC

Pemkab Madiun Dorong Kemandirian PKL melalui “Jumat Sore” di Alun-alun Caruban

Penampilan seni tari tradisional turut menyemarakkan "Jumat Sore" yang digelar di Alun-alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun. Foto: Pemkab Madiun

JATIMNET.COM, Madiun – Ikhtiar untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus digalakkan di Kabupaten Madiun.

Salah satunya, melalui gelaran kegiatan "Jumat Sore" yang digagas untuk menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Alun-alun Reksogati, Caruban.

Menariknya, ajang ini dirancang agar tidak terus-menerus bergantung pada fasilitasi pemerintah, melainkan bertumpu pada kekuatan komunitas.

Kepala Dinas Pariwista, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Puji Rahmawati mengatakan bahwa para pelaku usaha harus berani mengambil inisiatif untuk menciptakan ruang kreatif mereka sendiri.

Melalui wadah paguyuban dan komunitas yang solid, kemandirian pelaksanaan acara dinilai sangat mungkin terwujud.

"Masyarakat itu harus berani menciptakan sendiri event-nya tanpa bergantung pemerintah. Melalui komunitas dan paguyuban, itu pasti bisa asalkan bersatu padu dan kompak," ujarnya belum lama ini.

Menurut Puji, program "Jumat Sore" ini menerapkan sistem transisi pengelolaan secara bertahap.

Pada awal peluncuran, acara dikelola penuh oleh pihak penyelenggara, yang kemudian mulai berbagi peran (50:50) di pertengahan jalan.

Target besarnya, pada episode ke-13 mendatang, kegiatan ini akan bertransformasi total dan 100 persen di-handle oleh pedagang kaki lima (PKL).

Sejauh ini, respons masyarakat terhadap agenda mingguan ini terbilang sangat positif. Evaluasi di lapangan menunjukkan adanya dampak ekonomi yang nyata berupa peningkatan omset penjualan para pedagang yang cukup signifikan.

Bagi penyelenggara, kesuksesan acara tidak lagi diukur dari sekadar kemeriahan seremonial, melainkan dari efek domino terhadap kesejahteraan para pedagang.

Menariknya, peningkatan volume belanja pengunjung ini salah satunya terpantau dari indikator sederhana, yakni meningkatnya jumlah sampah di area kegiatan yang menandakan tingginya aktivitas transaksi.