Muncul Limpasan Air di Kaldera Gunung Bromo

Zulkiflie

Senin, 18 Maret 2019 - 15:16

JATIMNET.COM, Probolinggo – Fenomena langka terjadi di areal kaldera Gunung Bromo, Senin 18 Maret 2019. Kaldera atau yang dikenal dengan lautan pasir terjadi limpasan air di gunung tercantik di Jawa Timur ini. Limpasan adalah aliran air dari daerah lebih tinggi karena terjadi penumpukan air atau akibat intensitas hujan.

Limpasan air di kaldera Bromo mengalir dari daratan tinggi ke daratan yang lebih rendah di kawasan tersebut. Fenomena ini menjadi tontonan wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata alam setempat.

Salah seorang wisatawan asal Malang, Dian Utami mengatakan bahwa ia terkesan dengan adanya limpasan air di kaldera Gunung Bromo. Pemandangan alam semakin terlihat indah, lantaran seakan ada sungai yang membelah di sekitar Gunung Bromo.

BACA JUGA: Ojek Kuda Gunung Bromo Ikuti Lomba Pacuan

“Pemandangannya jadi sangat indah, terutama alamnya. Gunung semakin terlihat keren pada saat mengeluarkan asap, ditambah dengan limpasan air di bawah. Top deh,” katanya saat dijumpai di lokasi wisata, Senin 18 Maret 2019.

Dian mengaku baru sekali ini melihat ada limpasan air di Gunung Bromo, meski sudah beberapa kali berlibur di obyek wisata setempat.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan fenomena limpasan air yang  mengalir di kaldera Bromo merupakan hal biasa.

“Limpasan air ditimbulkan oleh guyuran hujan yang terjadi di sisi sebelah tenggara Gunung Bromo atau di daerah yang lebih tinggi. Aliran airnya memang bercampur pasir karena melintasi kaldera berpasir, dan tidak berbahaya karena bukan lahar,” jelasnya.

BACA JUGA: Erupsi Bromo Berdampak pada Kunjungan Wisata Bromo

Sebagai informasi limpasan air mengalir cukup deras setinggi mata kaki orang dewasa. Limpasan air terlihat seakan membelah areal padang pasir atau kaldera Gunung Bromo.

Untuk kondisi Gunung Bromo saat ini, Data PVMBG per 17 Maret 2019 menunjukkan aktivitas gempa tektonik sekali dengan amplitudo 32 milimeter dengan durasi 253 detik.

Selain itu juga terjadi gempa tremor dengan amplitudo 0,5-19 milimeter dominan tiga milimeter, dan gempa letusan terjadi lima kali, dengan amplitudo 29-30 milimeter berdurasi 47-58 detik.

Baca Juga

loading...