Menperin Bidik Ekspor Alas Kaki Senilai USD 6,5 Miliar

David Priyasidharta

Sabtu, 16 Maret 2019 - 15:52

JATIMNET.COM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yakin akan terjadi peningkatan ekspor produk alas kaki nasional sampai USD 6,5 miliar pada tahun 2019 dan menjadi USD 10 miliar dalam empat tahun ke depan.

“Apalagi, Indonesia sudah tandatangan CEPA dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA). Ini menjadi potensi untuk memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur kita,” kata Airlangga dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Jumat 15 Maret 2019.

Industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

BACA JUGA: Produsen Alas Kaki Indonesia Penetrasi Pasar Australia

Ini tercermin dari pertumbuhan kelompok industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang mencapai 9,42 persen pada tahun 2018 atau naik signifikan dibandingkan tahun 2017 sekitar 2,22 persen.

Capaian tahun lalu tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen.

“Kemudian, ekspor alas kaki nasional juga mengalami peningkatan hingga 4,13 persen, dari tahun 2017 sebesar USD4,91 miliar menjadi USD5,11 miliar di 2018,” katanya.

BACA JUGA: Nilai Ekspor Industri Furnitur Nasional Naik 4 Persen

Menperin menjelaskan, industri alas kaki sedang diprioritaskan pengembangannya karena sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor.

“Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0 agar lebih berdaya saing global dan ekspornya naik. PT KMK menjadi salah satu model yang menerapkan future of production,” tegasnya.

Airlangga menegaskan, pemerintah terus berupaya melakukan kebijakan strategis untuk mendorong industri alas kaki di Indonesia agar semakin meningkatkan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menjadi substitusi impor atau mengisi pasar ekspor.

Baca Juga

loading...