Logo

Mendengarkan Radio Tetap Memiliki Penggemarnya

Di balik suara yang sederhana, radio masih mampu menghadirkan kedekatan yang sulit digantikan media lain.
Reporter:,Editor:

Kamis, 16 July 2026 13:00 UTC

Mendengarkan Radio Tetap Memiliki Penggemarnya

Mendengarkan Radio Tetap Memiliki Penggemarnya

JATIMNET.COM - Radio pernah menjadi pusat informasi dan hiburan di banyak rumah Indonesia. Sebelum internet berkembang pesat, masyarakat mengandalkan radio untuk mengikuti berita, menikmati sandiwara, mendengarkan musik, hingga mengetahui kondisi lalu lintas.

 

Kini pilihannya jauh lebih beragam, tetapi radio belum kehilangan seluruh pendengarnya. Justru di tengah banjir informasi digital, media ini tetap bertahan dengan karakter yang khas.

 

Data Nielsen Radio Audience Measurement menunjukkan sekitar 57 persen pendengar radio di Indonesia berasal dari kelompok usia produktif 20–49 tahun.

 

Temuan ini mematahkan anggapan bahwa radio hanya didengarkan oleh generasi yang lebih tua. Banyak pendengar tetap memilih radio karena mudah diakses saat berkendara, bekerja, maupun menjalankan aktivitas rumah tangga.

 

Sementara itu, laporan We Are Social 2025 mencatat rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari menggunakan internet.

 

Melimpahnya pilihan konten membuat perhatian masyarakat terbagi ke banyak platform. Di tengah kondisi tersebut, radio justru menawarkan pengalaman mendengarkan yang lebih sederhana tanpa harus terus menatap layar.

 

 

Radio Menawarkan Kedekatan yang Berbeda

 

 

Berbeda dengan media visual, radio mengandalkan kekuatan suara. Penyiar membangun hubungan dengan pendengar melalui percakapan yang terasa akrab, diselingi musik dan informasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

 

Karena tidak menyajikan gambar, radio memberi ruang bagi pendengar untuk membangun imajinasi sendiri. Lagu, cerita, hingga obrolan ringan terasa lebih personal karena setiap orang membayangkan suasananya dengan cara yang berbeda.

 

Karakter inilah yang membuat radio tetap memiliki tempat di hati banyak orang. Hubungan antara penyiar dan pendengar sering kali terjalin selama bertahun-tahun, menciptakan rasa akrab yang sulit ditemukan di platform digital yang serba cepat.

 

 

Tetap Relevan di Tengah Perkembangan Digital

 

 

Perkembangan teknologi justru membantu radio menjangkau pendengar yang lebih luas. Banyak stasiun radio kini menghadirkan siaran melalui aplikasi, situs web, hingga layanan streaming sehingga dapat diakses dari berbagai daerah.

 

Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet Indonesia pada periode 2024–2025 mencapai 79,5 persen penduduk.

 

Kondisi ini membuat radio tidak lagi bergantung pada gelombang frekuensi konvensional, melainkan ikut hadir di ruang digital.

Perubahan tersebut memungkinkan masyarakat mendengarkan siaran favorit menggunakan ponsel tanpa harus memiliki perangkat radio khusus.

 

Bagi industri penyiaran, adaptasi ini menjadi langkah penting agar tetap dekat dengan kebiasaan konsumsi media masyarakat modern.

 

 

Radio Masih Menjadi Teman Perjalanan Warga Surabaya

 

 

Di Surabaya, radio masih memiliki peran yang cukup kuat, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja. Informasi mengenai kondisi lalu lintas, cuaca, kegiatan masyarakat, hingga agenda kota masih menjadi alasan banyak warga tetap menyalakan radio di kendaraan mereka.

 

Selain itu, radio lokal juga memberikan ruang bagi komunitas, pelaku UMKM, musisi daerah, dan berbagai kegiatan sosial yang jarang mendapat porsi besar di media nasional.

 

Kedekatan dengan isu lokal membuat radio tetap relevan. Pendengar tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga informasi yang langsung berkaitan dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

 

Kehadiran penyiar yang menggunakan bahasa sehari-hari turut menciptakan suasana akrab yang sulit digantikan oleh algoritma media sosial.

 

 

Media Lama yang Terus Menyesuaikan Zaman

 

 

Radio tidak lagi bersaing dengan internet seperti dua dekade lalu. Kini, keduanya saling melengkapi. Siaran langsung dapat dipadukan dengan podcast, media sosial, maupun platform video sehingga menjangkau lebih banyak pendengar.

 

Yang tetap bertahan adalah kekuatan utama radio: menghadirkan suara yang menemani tanpa mengganggu aktivitas. Pendengar dapat bekerja, memasak, mengemudi, atau berolahraga sambil tetap menikmati informasi dan musik.

 

Kebiasaan mendengarkan radio juga mengingatkan bahwa tidak semua media harus menguasai perhatian sepenuhnya. Ada kalanya orang hanya membutuhkan suara yang menemani perjalanan atau mengisi keheningan di rumah.

 

Meski dunia komunikasi berubah sangat cepat, radio tetap membuktikan bahwa media yang mampu membangun kedekatan emosional akan selalu menemukan pendengarnya. Bukan karena tidak mengikuti perkembangan zaman, melainkan karena berhasil beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.