KPPU Curigai Ada Permainan Tak Sehat Impor Bawang Putih

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Selasa, 26 Maret 2019 - 09:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Komisi Pengawas Persaingan Usaha mencurigai adanya indikasi permaian tidak sehat terkait penunjukan Perum Bulog yang mengimpor bawang putih. Sebab, ada perlakuan berbeda antara Bulog dan importi lainnya.

"Sesuai Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) Nomor 38 Tahun 2017, importir diwajibkan untuk melakukan penanaman bawang putih sebesar lima persen dari kuota impornya. Namun, ketentuan ini tidak diwajibkan bagi Bulog," kata Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Sirangih, Selasa 26 Maret 2019.

Perbedaan perlakuan inilah yang menurut KPPU tidak adil. KPPU akan memanggil Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengonfirmasi masalah ini.

BACA JUGA: Penunjukan Bulog Sebagai Importir Bawang Putih Minta Dikaji Ulang

"Kami akan minta penjelasan kalau memang ada kelangkaan bawang putih," ujarnya.

Perum Bulog sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 miliar untuk melaksanakan penugasan impor bawang putih sebesar 100.000 ton guna stabilisasi harga komoditas tersebut.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo sebelumnya menjelaskan bahwa saat ini Perum Bulog masih melengkapi persyaratan berupa surat rekomendasi dari Kementerian Pertanian yang sudah diterbitkan setelah rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian.

BACA JUGA: Bulog Impor Bawang Putih 100 Ribu Ton dari Cina

Saat ini perseroan masih menunggu surat penugasan dari Menteri BUMN, untuk kemudian mengajukan izin ke Kementerian Perdagangan dan mendapatkan persetujuan impor (PI).

Setelah seluruh persyaratan lengkap, Bulog segera melakukan lelang impor bawang putih secara terbuka. Bawang putih sebanyak 100.000 ton akan didatangkan dari Cina secara bertahap.

Menurut Bachtiar, pengiriman bawang putih dari Cina memakan waktu sekitar tiga minggu, sehingga diperkirakan impor bawang putih tahap pertama akan masuk pada April mendatang. (ant)

Baca Juga

loading...