JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan potensi konflik sosial yang terjadi di Pemilu 2019. Hasil survei Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa kelompok milineal intoleransinya cenderung tinggi.

"Saya sampaikan presentasi yang saya kutip dari hasil survei UIN Syarif hidayatullah dan LIPI. Dua lembaga ini bisa jadi referensi," ujar Khofifah usai menghadiri pertemuan tertutup dengan musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dan ulama PWNU menghadapi pemilihan legislatif dan presiden, Sabtu 9 Maret 2019.

Gubernur yang juga Ketua Muslimat NU itu menyebutkan, hasil survei LIPI memprediksi munculnya konflik sosial di Pemilu 2019. Penyebabnya didominasi politik identitas, dan SARA. Ini dapat memicu terjadinya disharmonisasi sepanjang gelaran pemilu nanti.

BACA JUGA: Cegah Unsur Radikal dan Intoleransi, Begini yang Harus Dilakukan

Sedangkan survei yang dilakukan UIN Syarif Hidayatullah di 34 provinsi di Indonesia, lanjut Khofifah, menyimpulkan bahwa kelompok milineal cenderung intoleransinya tinggi. "Kita bisa melihat ada hal yang harus dilakukan untuk kewaspadaan secara komprehensif," ungkap Khofifah.

Hasil survei kedua lembaga ini perlu menjadi perhatian untuk diwaspadai bersama. Baik pemerintah provinsi, kepolisian daerah, komando daerah militer maupun para ulama. "Karena ulama NU berkumpul ada Kopolda, Pangdam, maka saya menyampaikan kembali survei UIN Syarif Hidayatullah dan LIPI untuk menjadi kewaspadaan bersama," tuturnya.

Khofifah pun mengajak ada sinegritas antara ulama dan umara. Hal itu diperlukan guna meningkatkan kewaspadaan jelang pemilu. Agenda pertemuan antara muspida dengan PWNU dan PCNU sebagai langkah awal membangun sinegritas baik ulama maupun umara.

BACA JUGA: Jusuf Kalla Kantongi Daftar Masjid Radikal di Indonesia

Selama ini Jawa Timur telah mampu memberi pelayanan terbaik untuk menciptakan keamanan ketertiban, terutama menjaga Pemilu yang aman dan damai. Tinggal bagaimana melanjutkannya serta menjaganya.

Dalam acara tersebur terlihat hadir yakni Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak. Selain itu juga dihadiri Ketua Syuriah dan Tanfizdiyah baik PWNU maupun PCNU di Jatim.

Tampak juga mantan Gubernur Jawa Timur periode 2008-2019 Soekarwo dan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Keduanya terlihat untuk pertama kalinya dalam satu forum setelah tak lagi menjabat.