Senin, 12 October 2026 12:30 UTC

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan keberhasilan pembangunan dalam rapat paripurna istimewa HUT ke-81 Jatim di DPRD Provinsi Jawa Timur, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Surabaya – Jawa Timur (Jatim) mencatat capaian penerimaan lulusan SMA, SMK, dan madrasah aliyah terbanyak di perguruan tinggi negeri selama tujuh tahun berturut-turut.
Hal itu disapaikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam rapat paripurna istimewa HUT ke-81 Jatim, Senin, 12 Oktober 2026.
“Selama tujuh tahun berturut-turut, anak-anak lulusan SMA, SMK, dan aliyah di Jawa Timur diterima paling tinggi di antara semua provinsi di Indonesia,” katanya.
Menurut Khofifah, capaian tersebut perlu dipertahankan melalui peningkatan kualitas pendidikan sekaligus penguatan karakter generasi muda.
Ia menyinggung keberadaan enam SMA Taruna di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan semangat bela negara.
Ia juga mengusulkan agar lulusan pendidikan dasar bela negara dapat dipertimbangkan untuk memperoleh kesempatan menjadi bagian dari komponen cadangan, dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Di luar sektor pendidikan, Khofifah menegaskan pembangunan Jawa Timur harus berjalan seiring dengan peningkatan daya saing ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Menurut dia, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan sumber daya alam tetap terjaga bagi generasi mendatang.
“Berkelanjutan berarti kita membangun dengan tanggung jawab terhadap masa depan. Kita menjaga sumber air, kesuburan tanah, kebersihan udara, serta kekayaan alam dan budaya agar tetap menjadi penopang kehidupan anak cucu kita,” ujarnya.
Khofifah mengatakan, arah pembangunan tersebut diterjemahkan melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan komitmen pengabdian yang diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur 2025–2029.
Ia berharap capaian pembangunan di bidang pendidikan, ekonomi, dan lingkungan dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara merata.
“Muara seluruh ikhtiar tersebut adalah meningkatnya kualitas hidup masyarakat Jawa Timur,” katanya.
