Senin, 01 June 2026 00:00 UTC

Ilustrasi: Nobar di ruang terbuka. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Budaya nonton bareng (nobar) sepak bola masih menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia meski layanan streaming semakin mudah diakses.
Di berbagai kota, termasuk Surabaya, Kediri, Malang, hingga Jember, acara nonton bareng tetap ramai setiap kali kompetisi domestik maupun internasional berlangsung.
Fenomena ini menarik karena secara teknologi masyarakat sebenarnya tidak lagi membutuhkan ruang bersama untuk menonton pertandingan.
Siaran langsung dapat diakses melalui ponsel, tablet, laptop, maupun televisi digital dari mana saja. Namun kenyataannya, banyak orang tetap memilih berkumpul di kafe, taman publik, warung kopi, atau ruang komunitas untuk menikmati pertandingan bersama.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar tontonan olahraga. Bagi banyak orang, pertandingan menjadi alasan untuk bertemu, berinteraksi, dan memperkuat hubungan sosial yang mungkin jarang terjadi di tengah kesibukan sehari-hari.
Sepak Bola Menjadi Bahasa Sosial yang Mudah Dipahami
Popularitas sepak bola di Indonesia menjadi salah satu faktor utama lahirnya budaya nobar. Berdasarkan survei yang dirilis Nielsen Sports Indonesia, sepak bola merupakan olahraga paling populer di Indonesia dengan tingkat ketertarikan masyarakat mencapai lebih dari 70 persen responden pada berbagai kelompok usia.
Data dari FIFA juga menunjukkan bahwa sepak bola merupakan olahraga dengan basis penggemar terbesar di dunia, mencapai lebih dari 5 miliar penggemar secara global.
Angka tersebut menjadikan sepak bola sebagai salah satu aktivitas budaya yang mampu menyatukan berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan usia.
Berbeda dengan banyak topik lain yang sering memicu perbedaan pandangan, sepak bola memiliki karakter yang lebih inklusif.
Seseorang tidak harus menjadi ahli taktik untuk ikut terlibat dalam percakapan. Gol, peluang, penyelamatan kiper, atau hasil pertandingan sudah cukup menjadi bahan diskusi yang dapat dinikmati hampir semua kalangan.
Karena itulah acara nobar sering berkembang menjadi ruang interaksi yang alami. Orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dapat dengan mudah membuka percakapan hanya karena mendukung klub yang sama atau sedang menyaksikan pertandingan yang sama.
Kebutuhan Akan Interaksi Tatap Muka Masih Tinggi
Kemajuan teknologi komunikasi memang membuat masyarakat semakin terhubung secara digital. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan interaksi langsung tetap memiliki peran penting terhadap kualitas hubungan sosial.
Laporan Digital 2025 Indonesia yang diterbitkan oleh DataReportal mencatat pengguna internet Indonesia telah melampaui 212 juta orang dengan tingkat penetrasi sekitar 74 persen dari total populasi. Waktu penggunaan internet masyarakat Indonesia juga mencapai lebih dari 7 jam per hari.
Di sisi lain, penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard Study of Adult Development, salah satu studi longitudinal terpanjang di dunia, menunjukkan bahwa kualitas hubungan sosial memiliki kaitan erat dengan tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan hidup seseorang.
Fakta ini menjelaskan mengapa banyak aktivitas berbasis komunitas tetap bertahan meskipun teknologi semakin berkembang.
Nobar menyediakan kesempatan sederhana untuk bertemu teman lama, membangun relasi baru, dan menikmati pengalaman kolektif yang sulit diperoleh melalui layar ponsel.
Nobar Menciptakan Pengalaman Emosional yang Berbeda
Salah satu alasan utama budaya nobar sepak bola tetap diminati adalah adanya pengalaman emosional bersama. Saat sebuah tim mencetak gol, puluhan bahkan ratusan orang dapat bereaksi dalam waktu yang sama.
Fenomena tersebut dikenal dalam psikologi sosial sebagai collective emotional experience atau pengalaman emosi kolektif. Individu merasakan emosi yang diperkuat oleh kehadiran kelompok di sekitarnya.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology menemukan bahwa aktivitas kelompok yang melibatkan emosi bersama dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan identitas sosial antaranggota komunitas.
Dalam konteks sepak bola, pengalaman itu muncul secara spontan. Sorakan tribun, tepuk tangan serentak, hingga ekspresi kecewa setelah peluang gagal menciptakan ikatan emosional yang sulit direplikasi ketika menonton sendirian.
Tidak mengherankan jika banyak penggemar tetap mencari lokasi nobar meskipun mereka memiliki akses penuh terhadap layanan streaming berkualitas tinggi di rumah.
Dampak Ekonomi dari Budaya Nobar
Selain aspek sosial, budaya nobar juga memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi pelaku usaha lokal.
Kafe, warung kopi, restoran, hingga ruang komunitas sering mengalami peningkatan jumlah pengunjung saat pertandingan besar berlangsung.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor penyediaan akomodasi dan makan minum termasuk salah satu penyumbang penting pertumbuhan ekonomi daerah karena memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat.
Momentum pertandingan sepak bola sering dimanfaatkan pelaku usaha untuk menghadirkan paket menu khusus, promosi komunitas, maupun acara hiburan tambahan.
Strategi ini membantu meningkatkan durasi kunjungan pelanggan sekaligus memperluas basis konsumen.
Bagi banyak usaha kecil dan menengah, acara nobar bahkan menjadi agenda rutin yang mampu menciptakan pelanggan loyal sepanjang musim kompetisi berlangsung.
Mengapa Budaya Nobar Kemungkinan Akan Tetap Bertahan?
Perkembangan teknologi kemungkinan akan terus mengubah cara masyarakat mengakses pertandingan olahraga. Kualitas siaran akan semakin baik, jaringan internet semakin cepat, dan perangkat digital semakin terjangkau.
Namun, kebutuhan manusia untuk berkumpul tampaknya tidak berubah. Sepak bola menawarkan alasan sederhana yang dapat mempertemukan banyak orang dalam satu ruang tanpa harus memiliki tujuan yang rumit.
Budaya nobar sepak bola bertahan bukan karena keterbatasan teknologi, melainkan karena manusia pada dasarnya membutuhkan pengalaman sosial yang nyata.
Pertandingan menjadi pemicu, sementara percakapan, tawa, dan kebersamaan menjadi nilai yang sesungguhnya dicari.
Di tengah kehidupan yang semakin digital, budaya nobar sepak bola menunjukkan bahwa ruang pertemuan fisik masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Selama sepak bola tetap menjadi olahraga favorit dan kebutuhan akan kebersamaan tetap ada, tradisi ini kemungkinan akan terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.
