Logo
Penghargaan Peneliti Terbaik Nasional

Kembangkan Keju Nabati Berbasis Potensi Lokal Jember, Elen Bethania Pasaribu Harumkan Nama FTP Unej

Reporter:,Editor:

Senin, 12 October 2026 02:05 UTC

Kembangkan Keju Nabati Berbasis Potensi Lokal Jember, Elen Bethania Pasaribu Harumkan Nama FTP Unej

Elen Bethania Pasaribu, mahasiswa FTP UNEJ, Peneliti Terbaik Program IRN 2025-2026. Foto: Istimewa/Humas Unej

JATIMNET.COM, Jember – Mahasiswi Universitas Jember (UNEJ), Elen Bethania Pasaribu, meraih predikat Peneliti Terbaik dalam ajang Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2025–2026. Mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ, itu mendapat penghargaan berkat riset inovasi keju nabati yang memanfaatkan potensi pangan lokal Kabupaten Jember.

Elen menerima penghargaan tersebut dalam acara penganugerahan di Indofood Tower, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, bersama Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Franciscus Welirang, menyerahkan apresiasi kepada para peneliti terpilih.

Prestasi Elen tergolong menonjol di tengah ketatnya persaingan peserta IRN tahun ini. Panitia menerima 595 proposal penelitian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan memilih 83 peneliti mahasiswa program sarjana (S1) untuk mengikuti program tersebut.

BACA: Jangan Sembarangan Bakar Sambah, Damkar Jember Ungkap Penyebab 71 Kasus Kebakaran di September 2026 

Selama satu tahun pelaksanaan riset sejak 2025, para peserta terpilih memperoleh dukungan pendanaan penelitian dan pendampingan intensif dari tim pakar IRN. Elen kemudian berhasil masuk dalam jajaran Peneliti Terbaik bersama tiga mahasiswa lain yang berasal dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

 

Kembangkan Keju Nabati dengan 15 Pengujian Laboratorium

Dalam penelitian yang memperoleh dana sebesar Rp18 juta tersebut, Elen mengembangkan produk alternatif keju berbahan pangan nabati lokal. Ia berupaya menghasilkan formula yang memiliki karakteristik produk dan cita rasa yang sesuai dengan harapan konsumen.

Untuk mencapai hasil tersebut, Elen menjalani serangkaian percobaan yang tidak selalu berjalan mulus. Ia berulang kali melakukan perbaikan formula hingga berhasil menyelesaikan 15 jenis pengujian laboratorium yang mencakup aspek fungsional, sensori, kimia, dan fisik.

Menurut Elen, predikat Peneliti Terbaik tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah pengujian yang dilakukan. Tim penilai juga mempertimbangkan kualitas proses penelitian, kebaruan gagasan, kemampuan mempresentasikan hasil riset, penguasaan materi, serta sikap peneliti selama mengikuti program.

BACA: Mahmud Sahudi, Korban KM Virgo Transport 8 asal Jember Berhasil Teridentifikasi 

“Penetapan sebagai peneliti terbaik tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah pengujian, melainkan berdasarkan lima kriteria utama penilaian Reviewer, yaitu proses pelaksanaan riset, mutu dan kualitas penelitian, keunikan ide inovasi, teknik presentasi serta penguasaan materi, hingga attitude atau sikap peneliti,” terang Elen, Senin, 12 Oktober 2026. 

Elen menjalani proses penelitian tersebut dengan disiplin tinggi di laboratorium FTP UNEJ. Di tengah kesibukan perkuliahan dan penyesuaian diri setelah menjalani program magang, ia tetap meluangkan banyak waktu untuk menyelesaikan tahapan penelitian.

Ia terbiasa datang ke laboratorium sebelum teknisi tiba dan baru meninggalkan tempat penelitian menjelang jam tutup. Bahkan, Elen memanfaatkan akhir pekan untuk mengolah data dan menyiapkan rangkaian pengujian berikutnya.

Ketika penelitiannya membutuhkan peralatan khusus, ia juga melakukan pengujian di laboratorium lintas fakultas. Upaya tersebut membantu Elen menyelesaikan berbagai tahapan penelitian yang diperlukan untuk mengevaluasi produk keju nabati yang dikembangkannya.

 

Raih Dukungan Riset dan Bimbingan Pakar Pangan

Atas pencapaian tersebut, Elen memperoleh sejumlah apresiasi tambahan. Ia berhak mendapatkan dana riset khusus, perangkat tablet, kesempatan mengikuti studi lapangan dengan mengunjungi fasilitas produksi Indofood, serta pendampingan intensif dari para pakar pangan nasional.

BACA: Roadshow Film "Lobang Buaya" di Jember Hadirkan Workshop Perfilman untuk Mahasiswa Unej 

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi Elen untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan produk pangan, mulai dari penelitian hingga proses produksi di industri.

Ke depan, Elen berharap inovasi keju nabati hasil penelitiannya dapat berkembang menjadi alternatif pangan fungsional yang bernilai gizi tinggi. Ia juga ingin riset tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Jember secara berkelanjutan.

Elen turut mendorong mahasiswa UNEJ lainnya untuk berani mengikuti kompetisi penelitian dan mengembangkan inovasi berdasarkan potensi daerah masing-masing.

“Bagi rekan-rekan mahasiswa di UNEJ yang ingin mencoba ajang IRN, kunci utamanya adalah jangan ragu mengeksplorasi potensi lokal di sekitar kita, miliki manajemen waktu dan daya juang yang kuat saat menghadapi tantangan di laboratorium, serta selalu menjaga attitude dan terbuka terhadap masukan dari para pakar,” pesan Elen.