Senin, 12 October 2026 07:00 UTC

Ilustrasi pemberian MPASI kepada balita. Foto:alokdokter
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemberian telur mentah kepada bayi berisiko memicu infeksi bakteri yang dapat berakibat serius.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua dan pengasuh agar memastikan telur dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi anak.
Peringatan ini menjadi perhatian setelah seorang bayi berinisial A, berusia di bawah satu bulan asal Sidoarjo, meninggal dunia pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kematian bayi yang ramai di media sosial Threts itu setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Bayi tersebut diduga sempat diberi telur mentah oleh neneknya dengan maksud meredakan demam. Namun, penyebab kematian bayi belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi tersebut.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menjelaskan telur yang tidak dimasak hingga matang berpotensi mengandung bakteri Salmonella. Bakteri tersebut dapat menyebabkan salmonelosis atau infeksi saluran cerna.
Menurut Piprim, infeksi Salmonella dapat menimbulkan gejala berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, hingga dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi dapat berlangsung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Karena itu, Piprim menegaskan tidak ada keuntungan gizi dari pemberian telur mentah yang dapat membenarkan risiko keamanan pangan tersebut.
Sebaliknya, telur yang dimasak hingga matang merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung berbagai zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan anak. Pemasakan yang tepat juga membantu meningkatkan keamanan pangan dan daya cerna protein telur.
“Untuk mencegah risiko infeksi, IDAI mengimbau orang tua dan pengasuh memastikan telur dimasak hingga bagian putih dan kuningnya matang sempurna,” ungkap Piprim, Senin, 12 Oktober 2026.
Apabila menyiapkan hidangan berbahan telur yang tidak dimasak secara sempurna, masyarakat disarankan menggunakan telur yang telah dipasteurisasi sesuai standar keamanan pangan.
Selain memastikan telur matang, kebersihan pengolahan makanan juga harus diperhatikan. Orang tua perlu mencuci tangan dan peralatan, mencegah kontaminasi silang, menyimpan telur dengan benar, serta menghindari penggunaan telur yang retak atau rusak.
IDAI mengingatkan setiap pemberian makanan kepada bayi harus mempertimbangkan usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, dan keamanan pangan.
Orang tua juga disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki keraguan mengenai makanan yang aman bagi bayi.
