Senin, 12 October 2026 12:00 UTC

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama saat diwawancara di DPRD Jatim, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Surabaya – Anggota DPD RI Lia Istifhama mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan pangan untuk mempertahankan posisi Jawa Timur (Jatim) sebagai lumbung pangan nasional.
Menurut anggota DPD asal Jatim ini, capaian sektor pertanian perlu ditopang oleh pemerintah dan masyarakat agar manfaatnya berkelanjutan.
“Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, produsen padi terbesar, serta produsen stok beras cadangan juga yang terbesar. Ini menjadi target yang didukung penuh oleh warga Jawa Timur,” kata Lia saat ditemui di DPRD Jatim yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, Senin, 12 Oktober 2026.
Selain sektor pangan, Lia mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang dinilainya aktif turun langsung ke masyarakat. Tujuannya, untuk mendengarkan aspirasi dan menyelesaikan persoalan di lapangan.
Menurut dia, kedekatan pemimpin dengan masyarakat penting agar kebijakan pemerintah sesuai dengan kebutuhan warga. “Masyarakat sangat mengapresiasi pemimpin yang rajin turun ke bawah dan menyelesaikan masalah di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Lia juga menekankan pentingnya sinergi antara gubernur, wakil gubernur, Pemerintah Provinsi Jatim, dan DPRD Jatim dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan daerah.
“Kolaborasi yang humanis dan harmonis antara gubernur, wakil gubernur, Pemprov Jawa Timur, dan DPRD Jawa Timur diharapkan membuat Jawa Timur selalu damai dan kemajuannya berkelanjutan,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dukungan terhadap pemerintah daerah perlu berjalan beriringan dengan kritik dan masukan konstruktif.
Menurut dia, penyampaian gagasan untuk kepentingan publik menjadi bagian penting dalam memperbaiki kebijakan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jika ada hal yang krusial atau harus dikritisi, gagasan-gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah harus tetap didorong agar otonomi daerah terus berjalan dan dicintai,” tuturnya.
Lia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini termasuk dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian Jatim.
Melalui momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, ia berharap kolaborasi pemerintah, legislatif, dan masyarakat semakin kuat sehingga ketahanan pangan terjaga dan pembangunan daerah berlangsung secara inklusif serta berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang sangat kuat membuat Jawa Timur akan semakin baik,” pungkasnya.
Anggota DPD RI Lia Istifhama mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan pangan untuk mempertahankan posisi Jawa Timur (Jatim) sebagai lumbung pangan nasional.
Menurut anggota DPD asal Jatim itu, capaian sektor pertanian perlu ditopang kolaborasi pemerintah dan masyarakat agar manfaatnya berkelanjutan.
Lia menilai, Jatim memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, terutama melalui produksi padi dan ketersediaan cadangan beras. Potensi tersebut perlu dijaga melalui dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat.
“Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, produsen padi terbesar, serta produsen stok beras cadangan juga yang terbesar. Ini menjadi target yang didukung penuh oleh warga Jawa Timur,” kata Lia.
Selain sektor pangan, Lia mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dinilainya aktif turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan menyelesaikan persoalan di lapangan.
Menurut dia, kedekatan pemimpin dengan masyarakat penting agar kebijakan pemerintah sesuai dengan kebutuhan warga.
“Masyarakat sangat mengapresiasi pemimpin yang rajin turun ke bawah dan menyelesaikan masalah di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Lia juga menekankan pentingnya sinergi antara gubernur, wakil gubernur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan DPRD Jawa Timur dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan daerah.
“Kolaborasi yang humanis dan harmonis antara gubernur, wakil gubernur, Pemprov Jawa Timur, dan DPRD Jawa Timur diharapkan membuat Jawa Timur selalu damai dan kemajuannya berkelanjutan,” katanya.
