Jumat, 22 May 2026 09:30 UTC

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares mengaku akan bermain on fire di laga terakhir liga, Jumat, 22 Mei 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Persebaya Surabaya bertekad menutup laga kandang terakhir musim ini dengan kemenangan saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-34 Super League 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu, 23 Mei 2026.
Pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi Bajul Ijo untuk menjaga peluang finis di posisi empat besar klasemen akhir musim.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan timnya tetap fokus dan tidak ingin terlena dengan kemenangan besar 7-0 pada laga sebelumnya.
“Kita harus tetap rendah hati. Pertama, kita harus menang dulu. Pertandingan ini bisa menjadi sulit jika kita tidak mendekatinya dengan cara yang benar,” ujar Bernardo dalam konferensi pers, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Persik tetap memiliki kualitas yang dapat merepotkan timnya sepanjang pertandingan.
“Saya pikir ini tidak akan menjadi pertandingan mudah. Persik Kediri adalah tim yang bagus. Kalau kita lihat sejarah pertemuan melawan Persebaya, selalu ada pertandingan yang keras,” katanya.
Bernardo menilai finis di posisi empat besar akan menjadi pencapaian penting bagi Persebaya pada musim ini.
“Mencapai posisi empat besar sangat penting. Itu menunjukkan kami melakukan pekerjaan yang bagus. Tapi yang paling penting sekarang adalah mencoba menang besok,” tuturnya.
Senada dengan sang pelatih, gelandang asing Persebaya, Francisco Rivera, menyebut laga kontra Persik menjadi kesempatan besar untuk mengamankan posisi di papan atas klasemen.
“Kami tahu Persik memiliki pemain-pemain bagus. Kami sudah menganalisa mereka dan kami punya kesempatan bagus untuk masuk empat besar. Karena itu kami harus bermain pintar dan rapi,” ujar Rivera.
Selain memburu kemenangan, Persebaya juga berharap dukungan penuh dari Bonek dan Bonita pada laga terakhir kandang musim ini. Rivera mengajak seluruh suporter menjaga suasana pertandingan tetap aman dan nyaman bagi semua penonton.
“Saya juga ingin mengajak semuanya agar tetap aman dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan karena ini tidak baik bagi keluarga dan anak-anak,” katanya.
Bernardo turut berharap atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo dapat memberi tambahan motivasi bagi pemain, terutama karena pertandingan digelar pada siang hari dengan potensi cuaca panas.
“Mungkin intensitas permainan tidak akan terlalu tinggi karena panas, jadi saya butuh bantuan Bonek dan Bonita untuk memberikan semangat kepada pemain,” ujarnya.
Di sisi lain, Bernardo tetap meminta anak asuhnya waspada terhadap kekuatan Persik Kediri. Ia menilai lawan memiliki kemampuan memanfaatkan ruang dan melepaskan tembakan jarak jauh yang berbahaya.
“Setelah menang 7-0, bukan berarti pertandingan besok akan mudah. Tidak akan mudah. Kami harus lebih cepat dalam transisi bertahan,” katanya.
