Senin, 13 April 2026 04:00 UTC

AMBRUK. Salah satu bangunan MI Raudlatul Faizin di Desa Sokaan, Kec. Krejengan, Kab. Probolinggo, ambruk, Rabu pagi, 1 Oktober 2025, diduga akibat gempa yang terjadi semalam sebelumnya. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Magetan – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bersama warga Desa/Kecamatan Bendo dan personel TNI membersihkan material bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bendo yang ambruk, Senin pagi, 13 April 2026.
Dalam kerja bhakti itu mereka juga mengantisipasi para warga mendekati bangunan yang roboh akibat hujan deras selama Minggu sore hingga malam, 14 April 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Eka Radityo menyatakan bahwa bangunan yang ambruk pada bagian gudang dan pagar di belakang sekolah.
Robohnya bangunan tersebut tidak menelan korban jiwa maupun luka. Saat kejadian, kondisi sekolah kosong lantaran di luar jam pelajaran berlangsung.
BACA: Tertimpa Talud Fondasi Rumah yang Longsor, Warga Magetan Terluka
Namun demikian, satu unit truk milik warga yang terparkir di samping sekolah tertimpa material bangunan yang ambruk. Akibatnya, kendaraan pengangkut tersebut mengalami kerusakan sedang.
Eka lantas menjelaskan penyebab robohnya bangunan SDN 2 Bendo. Berdasarkan hasil pendataan awal, bangunan tersebut sudah berusia tua. Kemudian, tak mampu menahan beban berat air hujan yang menembus bagian atap. “Bangunannya sudah lapuk,” ujarnya kepada wartawan.
Dalam kejadian ini, petugas BPBD telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, warga, dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Magetan. Upaya ini untuk menindalanjuti ambruknya bangunan SDN 2 Bendo yang berusia sekitar 50 tahun.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikpora Magetan, Irawan menjelaskan bahwa pembersihan yang dilaksanakan untuk mengantisipasi jatuhnya korban. Terutama, bagi para siswa yang berpotensi mendekati bangunan ambruk.
“Yang dianggap membahayakan, dirobohkan dulu. Biar aman nyaman dan menjaga keselamatan anak-anak,” ujarnya.
