Sabtu, 03 October 2026 09:00 UTC

Petugas sedang melayani proses verifikasi penerima BLT DBHCHT buruh pabrik rokok di kelurahan Semampir, Kota Kediri, Sabtu, 3 Oktober 2026. Foto: Queen.
JATIMNET.COM, Kediri – Sistem pengajuan bantuan sosial di Kota Kediri kini mulai beralih ke digital. Melalui Perlin Sos Digital, proses pengajuan dan verifikasi bantuan dibuat lebih cepat, termasuk untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT bagi buruh pabrik rokok.
Penerapan sistem baru itu dijelaskan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin saat meninjau penyaluran BLT DBHCHT 2026 bagi buruh rokok di Kelurahan Semampir, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurutnya, Perlin Sos Digital memungkinkan hasil pengajuan diketahui lebih cepat dibanding sistem sebelumnya.
“Dulu harus menunggu dua sampai tiga bulan. Sekarang hasilnya langsung keluar saat mengajukan. Kalau tidak layak, bisa langsung mengajukan sanggahan,” kata Imam.
Ia menjelaskan, pemeringkatan desil tetap dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat pusat. Sementara, pengumpulan data usulan dilakukan Kementerian Sosial. Data tersebut kemudian dikirim ke BPS untuk diperingkatkan sebelum dikembalikan kepada Kemensos untuk diperbarui.
Menurut Imam, persoalan ketidaksesuaian data desil masih ditemukan. Ada warga yang merasa seharusnya menerima bantuan tetapi tidak masuk daftar. Sebaliknya, ada pula warga yang masuk daftar meski dinilai tidak sesuai kondisi sebenarnya.
“Itulah kenapa kami terus melakukan verifikasi. Dengan Perlin Sos Digital, risiko kesalahan seperti itu bisa diperkecil,” ujarnya.
Sistem tersebut mulai diperluas di Kota Kediri sejak Agustus 2026. Dinas Sosial kini mendorong masyarakat melakukan pendaftaran melalui agen yang membantu warga dalam proses pendataan, terutama mereka yang belum terbiasa menggunakan aplikasi.
Agen tersebut bisa berasal dari berbagai unsur, mulai ASN, ketua RT, RW, hingga warga biasa. Hingga September 2026, sekitar 7.000 usulan telah masuk. Jumlah agen yang membantu pendataan saat ini mencapai ratusan orang.
Imam mengatakan, penerapan sistem digital itu ditargetkan mampu membuat seluruh data warga Kota Kediri tercatat secara valid. “Targetnya 100 persen data warga Kota Kediri tercatat dengan valid,” katanya.
Mulai Januari 2027, seluruh program perlindungan sosial di Kota Kediri akan menggunakan sistem tersebut. Data lama juga akan diperbarui melalui proses registrasi ulang.
Penerapan sistem baru itu berjalan beriringan dengan penyaluran BLT DBHCHT bagi buruh rokok di Kelurahan Semampir.
Proses penerimaan bantuan berlangsung sederhana. Warga terlebih dahulu menjalani verifikasi, menyampaikan asal kelurahan, kemudian diarahkan ke loket untuk menerima bantuan.
Salah seorang penerima, Zeni, mengaku proses tersebut mudah dan tidak membutuhkan waktu lama.
“Tadi datang terus verifikasi, tanya kelurahan mana, terus ke loket, habis itu langsung ke sini. Langsung dapat tunai satu juta. Enggak antre,” ujar Zeni.
