Logo

Diduga Usai Santap MBG, 42 Siswa SMPN 1 Mojoanyar Mual-Muntah

Sisa Makanan Diuji Laboratorium
Reporter:,Editor:

Rabu, 07 October 2026 12:49 UTC

Diduga Usai Santap MBG, 42 Siswa SMPN 1 Mojoanyar Mual-Muntah

Sejumlah murid menjalani perawatan di UGD Puskesmas Gayaman untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, Rabu, 7 Oktober 2026. Foto: Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebanyak 42 siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami keluhan kesehatan seperti mual, pusing, muntah, hingga buang air besar berulang pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Keluhan tersebut muncul sehari setelah para siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Selasa, 6 Oktober 2026. Saat itu, siswa mendapat menu nasi dengan ayam bumbu kacang.

Sejumlah siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapat pemeriksaan di Puskesmas Gayaman. Beberapa di antaranya mengalami lemas setelah muntah dan buang air besar berkali-kali.

Salah seorang siswa, Srikandi, mengatakan dirinya mulai merasakan mual dan pusing setelah menyantap menu MBG pada Selasa siang. Keluhan tersebut terus dirasakan hingga malam hari.

“Mual sama pusing setelah makan MBG kemarin, dari siang sampai malam. Menu yang dimakan ayam. Tadi yang sakit sekitar enam orang dari kelas delapan, hari ini belum sempat makan MBG,” ujar Srikandi.

BACA: Ratusan Penerima Manfaat Keracunan MBG, Pengawasan SPPG Diperketat 

Keluhan serupa kembali muncul pada Rabu pagi. Bahkan, beberapa siswa yang mengalami gejala tersebut belum sempat menyantap menu MBG yang dibagikan pada hari itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggraini Sulistyowati membenarkan adanya puluhan siswa yang mengalami keluhan kesehatan di SMPN 1 Mojoanyar.

Dyan menjelaskan, sekolah tersebut memiliki sekitar 1.500 penerima manfaat MBG. Dari jumlah tersebut, petugas mencatat 42 siswa mengalami keluhan kesehatan.

Sebanyak 27 siswa berada dalam kondisi baik, sedangkan 15 siswa sempat mendapat penanganan di Puskesmas Gayaman. Saat ini, sembilan siswa masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.

“Dari 1.500 penerima manfaat, kemudian yang mengalami keluhan ada 27 dengan kondisi baik dan 15 dibawa ke puskesmas. Saat ini sembilan siswa masih berada di puskesmas dengan gejala mual dan muntah,” kata Dyan.

Meski keluhan kesehatan muncul setelah sebagian siswa mengonsumsi menu MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum menyimpulkan penyebabnya.

BACA: Dapur MBG Dikejar Ribuan Porsi, Risiko Keamanan Membesar 

Untuk mengetahui sumber keluhan tersebut, petugas mengambil sampel muntahan siswa dan sisa makanan yang dikonsumsi. Sampel itu akan menjalani pemeriksaan laboratorium, termasuk ayam bumbu kacang dan acar.

“Sampel muntahan dan sisa menu sudah kami ambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, termasuk ayam bumbu kacang dan acar. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menarik kembali menu MBG yang telah didistribusikan kepada siswa SMPN 1 Mojoanyar pada Rabu pagi.

Penarikan tersebut menjadi langkah antisipasi untuk mencegah munculnya keluhan baru selama petugas menelusuri penyebab kejadian.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Petugas kesehatan juga terus memantau kondisi siswa yang masih menjalani perawatan di puskesmas.