JATIMNET.COM, Surabaya - Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama, dibawa ke rumah sakit dan didiagnosa mengalami infeksi dada. Namun, biksu berusia 83 tahun itu dalam kondisi stabil.

Dalai Lama telah menjalani pemeriksaan di rumah sakit New Delhi.

"Tadi pagi dia merasa tidak nyaman dan langsung terbang ke Delhi untuk check-up," kata sekretaris pribadi Dalai Lama, Tenzin Taklha dilansir dari Reuters.com, Rabu 10 April 2019.

"Dokter telah mendiagnosanya infeksi dada dan saat ini sedang dirawat. Kondisinya stabil sekarang dan dirawat dua tiga hari disini," imbuhnya.

BACA JUGA: Netanyahu Klaim Menangkan Pemilu Israel

Sebanyak 100.000 warga Tibet yang tinggal di India khawatir, bahwa perjuangan mereka untuk tanah air yang benar-benar otonom, akan berakhir dengan ketiadaan Dalai Lama.

Dalai Lama mengatakan kepada Reuters bulan lalu, bahwa ada kemungkinan bahwa begitu dia meninggal, inkarnasinya dapat ditemukan di India, dan memperingatkan bahwa penerus lain yang bernama Cina, tidak akan dihormati.

Tetapi banyak orang Tibet - yang tradisinya berpendapat bahwa jiwa seorang biksu Buddha senior bereinkarnasi dalam tubuh seorang anak pada saat kematiannya - mencurigai adanya peran orang Cina, sebagai suatu cara untuk memberikan pengaruh pada komunitas.

Cina, yang menduduki Tibet pada 1950 mengatakan, berhak untuk menentukan pengganti Dalai Lama, yang meraih Nobel Perdamaian. Namun keinginan itu ditolak oleh Amerika Serikat. 

BACA JUGA: Indonesia Tolak Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Senator Cory Gardner, Republikan yang mengepalai subkomite Hubungan Luar Negeri Senat untuk Asia, mengatakan bahwa Amerika Serikat harus mengikuti jejak Dalai Lama, tentang bagaimana memilih penggantinya.

"Biarkan saya menjadi sangat jelas - Kongres Amerika Serikat tidak akan pernah mengakui Dalai Lama yang dipilih oleh orang Cina," kata Gardner, dilansir dari Afp.com.

Dalai Lama tetap menjadi pembicara yang sangat populer di dunia. Tapi, dia telah mengurangi keterlibatan globalnya dan belum bertemu pemimpin dunia sejak 2016.

Adapun pemerintah India, tempat tinggalnya selama ini,  berhati-hati untuk mengundang Dalai Lama dalam kegiatan mereka, karena takut membuat marah Beijing.