Kamis, 01 October 2026 07:10 UTC

Polda Jatim menunjukkan barang bukti alat serta ATM yang berhasil di kuras oleh pelaku, Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur membongkar jaringan pencurian dengan modus ganjal ATM yang beraksi lintas provinsi. Polisi menangkap lima tersangka yang diduga terlibat dalam komplotan tersebut setelah melakukan penyelidikan selama sekitar satu bulan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan polisi menangkap kelima tersangka secara terpisah di sejumlah wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
“Subdit 3 Jatanras kita berhasil mengamankan lima tersangka. Ditangkap di wilayah Tangerang, daerah Cikampek, di daerah Nagreg, Garut, dan terakhir kita amankan satu tersangka di wilayah Ciamis,” kata AKBP Jumhur, Kamis, 1 Oktober 2026.
Lima tersangka yang diamankan masing-masing berinisial DD, warga Cilegon; MW, warga Lampung; AS, warga Bandung; ADS, warga Jatinangor; serta YA alias AN, warga Lampung. Polisi menyebut seluruh tersangka rata-rata berusia lebih dari 40 tahun.
“Rata-rata pelaku sudah usia di atas 40 semua dan residivis semua, pernah melakukan hal yang sama,” ujarnya.
BACA: Tiga Anggota DPRD Diamankan Saat Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Polisi Siapkan Restorative Justice
Pengungkapan jaringan ini berawal dari sejumlah kasus pencurian dengan modus ganjal ATM yang terjadi di beberapa daerah Jawa Timur. Polisi mencatat kasus serupa antara lain terjadi di Situbondo, Probolinggo, Malang, Blitar, Ponorogo, dan Gresik.
Tim Opsnal Jatanras kemudian berkoordinasi dengan jajaran Polres di wilayah tersebut. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengidentifikasi ciri-ciri dan pergerakan pelaku.
“Tim kami mempelajari pelaku-pelaku yang terekam di CCTV. Selanjutnya, kita melakukan pemetaan kelompok-kelompok ganjal ATM yang berasal dari luar Jawa Timur,” katanya.
Dari pemetaan itu, penyidik menemukan indikasi keterlibatan kelompok asal Lampung yang memiliki jaringan di sejumlah daerah. Polda Jatim selanjutnya berkoordinasi dengan Resmob Bareskrim Polri untuk melacak keberadaan para tersangka.
“Setelah kita menemukan salah satu tersangka yang pasti, yaitu inisial DD, kemudian kita melakukan koordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri, yaitu tim Resmob. Selanjutnya kita melakukan serangkaian penyelidikan di wilayah Jawa Barat,” kata AKBP Jumhur.
BACA: Saksi Sebut PT BPI Bukan Produsen Wire Rope dan Tak Tempel Merek
Menurut Jumhur, komplotan tersebut kerap menyasar mesin ATM yang berada di kawasan rest area sepanjang jalur tol. Mereka memilih lokasi yang ramai agar dapat mengamati calon korban sekaligus menjalankan aksinya tanpa mudah dicurigai.
“Modus mereka itu mengganjal, mengintip. Setelah mengganjal, ada orang datang ke ATM mau transaksi, terus orang itu kesulitan mencabut kembali,” ujarnya.
Saat korban kesulitan mengambil kartu ATM, salah satu pelaku kemudian mendekati korban dan berpura-pura menawarkan bantuan. Pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk mengintip nomor PIN yang dimasukkan korban.
“Terus dia seolah-olah mau menolong. ‘Coba Bu, saya bantu’. Terus Ibu itu memasukkan lagi, dia ngintip nomor PIN-nya berapa,” kata perwira dengan melati dua di pundak ini.
Setelah mengetahui PIN, pelaku kemudian menukar kartu ATM milik korban dengan kartu lain yang telah mereka siapkan. Polisi menemukan bahwa komplotan tersebut membawa beberapa jenis kartu untuk menyesuaikannya dengan kartu milik calon korban.
“Dengan kelihaiannya dia, kartu ATM punya korban itu ditukar sama yang dia punya dan yang sesuai. Jadi BCA itu ada tiga model, dia sudah siap-siap. Ibu itu punya model yang mana, dia tukar,” ujar AKBP Jumhur.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan tusuk gigi untuk mengganjal lubang kartu pada mesin ATM. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain kartu ATM, gunting, telepon seluler, modem, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta kendaraan.
Jumhur menjelaskan para tersangka tidak tinggal bersama setelah menjalankan aksinya. Mereka berpencar dan kembali ke daerah masing-masing untuk menghindari kecurigaan setelah melakukan pencurian.
BACA: Polda Jatim Ungkap Modus Pengiriman Narkotika Sekali Jalan dari Jakarta
“Mereka kenal waktu di lapas. Jadi mereka yang punya ide itu yang ada di Tasik, itu yang paling senior. Kalau setiap kejadian, mereka nyebar langsung,” katanya.
Para tersangka baru kembali berkumpul ketika hendak melakukan aksi berikutnya. Mereka lebih dulu menentukan lokasi pertemuan, kemudian berkumpul di rest area yang telah disepakati sebelum menjalankan pencurian.
“Kalau mau kerja lagi, janjian di mana, di rest area mana, baru kumpul. Seperti itu,” ujar Jumhur.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pengungkapan jaringan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Polda Jatim, jajaran Polres, dan Bareskrim Polri.
“Setelah melakukan penangkapan DD, kita lanjut ke tersangka MW, AS, ADS, dan YA. Dari mereka kita berhasil mengamankan barang bukti yang digunakan untuk kejahatan,” katanya.
Polda Jatim masih mengembangkan penyidikan untuk mengidentifikasi lokasi lain yang diduga menjadi sasaran komplotan tersebut. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya korban maupun laporan pencurian dengan modus serupa di luar wilayah Jawa Timur.
