Jumat, 09 October 2026 06:00 UTC

Sebagian siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto masih dirawat di Puskesmas Gayaman karena mengalami gangguan kesehatan yang diduga setelah menyantap mentu Makan Bergizi Gratis, Kamis, 8 Oktober 2026. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Prosedur SPPG Jabon, Mojokerto dievaluasi setelah 42 siswa SMPN 1 Mojoanyar mengalami gangguan kesehatan akibat dugaan konsumsi makanan MBG.
Pemeriksaan awal menemukan dugaan ketidaksesuaian prosedur. Salah satunya waktu memasak yang disebut dilakukan lebih awal dari ketentuan. Badan Gizi Nasional (BGN) juga menjatuhkan sanksi penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG Jabon selama 20 hari kalender.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra mengatakan, berdasarkan informasi sementara dari Dinas Kesehatan, SPPG Jabon telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Namun, masih ditemukan hal-hal yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan pengolahan makanan. “Salah satunya waktu memasak. Yang seharusnya dimulai pukul 02.00 WIB, ternyata dimulai lebih awal, sekitar pukul 01.00 WIB,” ujar Gus Barra, Jumat, 9 Oktober 2026.
Selain prosedur memasak, menu yang disajikan kepada siswa juga menjadi perhatian. Gus Barra menyoroti keberadaan acar dalam menu MBG yang dikonsumsi para siswa sebelum munculnya keluhan kesehatan.
“Ada menu acarnya. Acar memiliki sifat tinggi asam yang bisa mengakibatkan iritasi lambung, khususnya bagi yang sudah mengalami gastritis,” jelasnya.
Meski demikian, keterkaitan menu acar dengan gangguan kesehatan para siswa belum dapat dipastikan. Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Gus Barra meminta pengelola SPPG berkoordinasi dengan ahli gizi untuk memastikan menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Menurut dia, kondisi kesehatan dan kebiasaan makan setiap anak berbeda sehingga perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan menu.
Sebelumnya, sebanyak 42 siswa SMPN 1 Mojoanyar mengalami mual, pusing, muntah, hingga buang air besar berulang pada Rabu, Rabu, Oktober 2026. Keluhan itu diduga muncul setelah mereka mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan SPPG Jabon pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Sebanyak 27 siswa mendapat penanganan petugas di sekolah, sedangkan 15 siswa lainnya dirujuk ke Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebagai tindak lanjut, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Jabon selama 20 hari kalender.
Gus Barra berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Mojokerto agar lebih disiplin menerapkan standar keamanan pangan.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Mojoanyar tetap berlangsung normal. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, sekolah tidak menerima distribusi makanan MBG dan menyarankan siswa membawa bekal dari rumah selama penyaluran belum dilakukan.
Kondisi para siswa masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dan pihak sekolah. Pemeriksaan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut juga masih berlangsung.
