Kamis, 15 October 2026 11:40 UTC

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP tewasnya tiga orang saat berupaya memadamkan kebakaran lahan dan hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Kamis, 15 Oktober 2026. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu berlangsung di Bukit Kembang Puncak Sari, Pusung Lingker Utara, sebelah timur Bukit Mentigen, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Tiga korban meninggal dunia masing-masing bernama Sukaris, petugas TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah yang bekerja di Artotel.
Sementara itu, tiga korban luka-luka terdiri atas Hendra Rony W dari TNBTS, Munawi dari MMP TLP, dan Suraji dari Artotel. Petugas mengevakuasi mereka ke RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk mendapatkan perawatan medis.
BACA: Wisata Bromo Mulai Bergeliat, Persewaan Jeep Kembali Full Booking
Berdasarkan informasi awal, para korban diduga terjebak kobaran api saat berupaya memadamkan kebakaran secara manual. Namun, pihak berwenang belum memastikan kronologi yang menyebabkan mereka terjebak di tengah api.
Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar, mengatakan polisi masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi para korban dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.
Polisi masih menyelidiki karhutla di kawasan TNBTS yang menewaskan tiga orang. Foto: Zulafif
“Saat ini kami masih melakukan identifikasi, pendalaman, serta olah TKP,” ujar Made.
Setelah menerima laporan, tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo bersama anggota Polsek Sukapura dan pihak TNBTS mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas juga menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menelusuri rangkaian kejadian yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
BACA: Kebakaran TNBTS Masih Ditangani, Petugas Perkuat Penyekatan agar Api Tak Masuk Malang
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dan mendalami kondisi saat para korban berusaha memadamkan api di kawasan TNBTS.
Penyelidikan tersebut diharapkan dapat mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk faktor yang menyebabkan para korban terjebak dalam kobaran api.
