Logo

Servis Motor Gratis Jatim, 8.100 Unit Ditargetkan Dilayani di 350 SMK

Reporter:,Editor:

Selasa, 06 October 2026 08:26 UTC

Servis Motor Gratis Jatim, 8.100 Unit Ditargetkan Dilayani di 350 SMK

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai saat diwawancarai, Selasa, 6 Oktober 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 350 SMK di Jawa Timur akan membuka layanan servis sepeda motor gratis bagi masyarakat pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menargetkan layanan tersebut menjangkau 8.100 unit sepeda motor sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut di bengkel SMK dan mitra industri yang ikut dalam kegiatan. Servis motor gratis berlangsung serentak mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pendidikan vokasi berdampak. Program ini sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk mengaplikasikan kompetensi yang mereka pelajari secara langsung kepada masyarakat.

"Terima kasih banyak para kepala sekolah, anak-anakku semua, juga mitra dari DUDIKA. Terima kasih atas partisipasinya untuk memberikan pendidikan berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat melalui layanan servis gratis sepeda motor," ujar Aries, Selasa, 6 Oktober 2026.

BACA: HUT ke-81 Jatim, Pemeriksaan Kendaraan Gratis Digelar di 38 Kabupaten/Kota 

Aries menjelaskan layanan tersebut juga menjadi sarana bagi siswa, khususnya yang mengambil konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), untuk memperkenalkan kemampuan mereka kepada masyarakat.

Menurut dia, pendidikan vokasi di SMK menitikberatkan pembelajaran pada praktik. Komposisinya sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori sehingga siswa lebih terbiasa menghadapi persoalan teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Anak-anak SMK kita dibekali pengalaman praktik dan dibimbing oleh para tenaga ahli. Karena itu, kompetensi mereka terus diasah agar mampu menangani pekerjaan secara profesional, termasuk dalam melakukan servis sepeda motor," jelasnya.

Aries menilai kemampuan siswa SMK, terutama pada bidang Teknik Sepeda Motor, mampu bersaing dengan tenaga profesional di industri. Sekolah tidak hanya memberikan pembelajaran rutin, tetapi juga membekali siswa melalui kelas industri, praktik kerja industri, hingga uji kompetensi bersertifikat.

"Sertifikat mereka akan diakui. Jadi memang anak-anak SMK ini disiapkan untuk langsung bekerja. Ada kelas industri, ada program prakerin, ada uji kompetensi bersertifikat hingga perekrutan industri. Ini semua disiapkan agar mereka mampu dan siap masuk DUDIKA bahkan sebelum lulus," tegasnya.

BACA: Cak Sumardi Ajak Warga Jombang Bijak Bermedia Sosial 

Dindik Jatim juga terus memperkuat hubungan antara sekolah dan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui program teaching factory.

Program tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk menjalankan praktik dengan situasi yang mendekati lingkungan kerja industri. Siswa juga mengikuti proses pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan dan standar industri.

"Teaching factory ini mengajarkan mereka secara langsung secara riil kerja industri. Mereka praktik langsung sesuai kurikulum dari industri. Sehingga saat lulus nanti, mereka sudah sangat siap untuk terserap DUDIKA," kata Aries.

Berdasarkan data Dindik Jatim, sebanyak 426 SMK di Jawa Timur memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor. Jumlah siswa pada konsentrasi tersebut mencapai 57.094 orang.

Dari jumlah tersebut, 97 SMK negeri memiliki 19.700 siswa. Sementara itu, 329 SMK swasta memiliki 37.394 siswa.

BACA: MK Telusuri Aturan Pendidikan yang Baru Muncul di Pemilu 2024 

Untuk kegiatan servis motor gratis dalam rangka Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, sebanyak 350 SMK TSM berpartisipasi dengan melibatkan 55.035 siswa. Pemprov Jatim menargetkan mereka memberikan layanan kepada 8.100 unit sepeda motor.

SMK negeri menargetkan layanan untuk 2.795 unit sepeda motor atau 34,51 persen dari total target. Sementara itu, SMK swasta mendapat target 5.305 unit atau 65,49 persen.

Aries mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut sekaligus memberikan dukungan kepada siswa SMK yang tengah mengasah kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

"Mari manfaatkan servis sepeda motor gratis yang dilakukan anak-anak SMK kami. Mari semarakkan HUT ke-81 Pemprov Jatim, dukung penuh kompetensi siswa. SMK Jatim siap berkarya untuk masyarakat," ajaknya.

Mantan Pj Wali Kota Batu tersebut menegaskan kegiatan servis motor gratis tidak hanya berorientasi pada pemberian layanan kepada masyarakat. Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi bagian dari pendidikan vokasi yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap kualitas lulusan SMK di Jawa Timur.

"Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapat ruang untuk mengaplikasikan kemampuan teknis yang diperoleh selama pembelajaran, sementara masyarakat dapat merasakan langsung layanan dari kompetensi siswa SMK yang telah dipersiapkan sesuai kebutuhan dunia industri," jelasnya.