Sabtu, 18 July 2026 12:12 UTC

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares (kanan) saat memberikan instruksi, Sabtu, 18 Juli 2026. Foto: Official Persebaya
JATIMNET.COM, Surabaya – Persebaya Surabaya akan memanfaatkan laga menghadapi PSIS Semarang sebagai ajang mengukur kesiapan tim sebelum mengarungi Liga Super Indonesia 2026/2027. Pertandingan yang menjadi bagian dari rangkaian Persebaya 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu, 19 Juli 2026, dipandang sebagai momentum penting untuk mengevaluasi hasil latihan selama pramusim.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan pertandingan uji coba memiliki fungsi berbeda dibanding sesi latihan. Menurutnya, laga melawan tim lain menjadi kesempatan terbaik untuk melihat sejauh mana para pemain mampu menjalankan instruksi taktikal dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.
"Bagi saya satu hal adalah latihan di antara pemain kami sendiri dan hal lain adalah melawan tim lawan. Kami bisa berlatih dengan sangat baik, tetapi di pertandingan saya ingin melihat prinsip-prinsip taktis, transisi bertahan, transisi menyerang, organisasi pertahanan, organisasi penyerangan, bagaimana perilaku pemain saat menguasai bola maupun saat kehilangan bola. Latihan tetaplah latihan, sedangkan ujian sesungguhnya ada di pertandingan," kata Tavares, Sabtu, 18 Juli 2026.
Pelatih asal Portugal itu menyebut evaluasi terhadap organisasi permainan, transisi bertahan dan menyerang, serta respons pemain ketika menguasai maupun kehilangan bola menjadi fokus utama tim pelatih dalam pertandingan tersebut.
Meski berstatus laga pramusim, Tavares memastikan Persebaya tetap mengincar kemenangan. Ia menegaskan budaya kompetitif harus terus dibangun sejak masa persiapan hingga kompetisi resmi dimulai.
"Kami ingin mempersiapkan semua pemain. Target kami adalah awal September ketika Liga Super dimulai. Namun kami juga memiliki pertandingan besok dan budaya kami adalah selalu ingin menang. Kami ingin memenangkan segalanya, termasuk pertandingan pramusim ini," katanya.
Menurut Tavares, target utama tim tetap memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik saat Liga Super Indonesia mulai bergulir pada awal September mendatang.
Laga melawan PSIS sekaligus menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk menilai efektivitas program latihan yang telah dijalankan selama pramusim sebelum memasuki kompetisi resmi.
Selain menguji aspek taktikal, tim pelatih juga terus memantau proses adaptasi pemain baru serta perkembangan kondisi fisik seluruh anggota skuad.
