Kamis, 01 October 2026 09:54 UTC

Tim SAR bersiap melakukan pencarian penyelam yang hilang saat bekerja di bangkai KM Bahagia, Probolinggo. Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: Tim SAR
JATIMNET.COM, Probolinggo – Seorang penyelam dilaporkan hilang saat melakukan pekerjaan pengangkatan bangkai kapal KM Bahagia di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis, 1 Oktober 2026.
Penyelam tersebut bernama Ismail, 58, warga Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo. Saat kejadian, Ismail berada di kedalaman sekitar 40 meter untuk melakukan pekerjaan pengangkatan bangkai kapal.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.03 WIB. Sebelum turun ke dalam air, Ismail dan rekannya, Muhari, telah menyepakati kode komunikasi dengan menggunakan selang penyelaman.
Namun, setelah hampir 30 menit, Muhari tidak lagi melihat pergerakan pada selang yang digunakan Ismail. Ia kemudian mencoba menarik selang tersebut secara perlahan untuk memastikan kondisi korban.
Upaya itu tidak membuahkan hasil. Ismail tidak kunjung muncul ke permukaan sehingga Muhari bersama pihak lain melakukan pencarian.
Keluarga korban bersama sejumlah nelayan di sekitar lokasi kemudian melanjutkan pencarian secara mandiri. Mereka mencari Ismail hingga sekitar pukul 13.00 WIB, tetapi korban belum ditemukan.
Pihak keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut melalui Pos TNI AL Paiton. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi untuk mendapatkan bantuan operasi pencarian dan pertolongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan tersebut.
"Setelah menerima laporan, kami mengerahkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," ujar I Made Oka Astawa.
Tim Rescue berangkat sekitar pukul 16.05 WIB dengan membawa berbagai peralatan pendukung. Peralatan tersebut meliputi Rescue Car Type II, rubber boat dan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.
"Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 20.10 WIB. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan unsur SAR setempat dan melaksanakan pencarian sesuai kondisi serta situasi di lapangan," katanya.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR melibatkan sejumlah unsur untuk mendukung proses pencarian. Unsur yang terlibat antara lain Pos TNI AL Paiton, Pos TNI AL Mayangan, Satpol Air Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Panjarakan, keluarga korban, serta nelayan sekitar.
Lokasi pencarian berada pada koordinat 07°39'50.3"S – 113°24'23.8"E. Titik tersebut berjarak sekitar 171 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.
Hingga laporan ini dibuat, Ismail masih belum ditemukan. Tim SAR bersama unsur terkait terus melakukan pencarian di sekitar lokasi bangkai kapal KM Bahagia untuk menemukan korban.
