Senin, 12 October 2026 13:30 UTC

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) saat diwaaancarai dengan didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil di DPRD Jatim, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Surabaya – Kementerian Pertanian siap menggelontorkan anggaran sebanyak Rp3 triliun untuk pengembangan sektor pertanian di Jawa Timur tahun 2025-2026.
Alokasi sebanyak itu tidak hanya untuk penguatan produksi pangan. Pemerintah juga merencanakan pembangunan pusat pembibitan ayam atau grandparent stock di Malang.
Nantinya, keberadaan fasilitas itu diproyeksikan dapat memasok kebutuhan pembibitan ayam untuk seluruh Indonesia.
“Kita akan bangun grandparent stock satu-satunya di Indonesia di Jawa Timur. Itu akan menyuplai nanti seluruh Indonesia,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Senin, 12 Oktober 2026.
Amran menyampaikannya saat menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, pusat pembibitan ayam di Malang akan memperkuat rantai pasok peternakan. “Terutama dalam penyediaan bibit ayam yang menjadi salah satu komponen penting industri perunggasan," jelas Amran.
Menurut dia, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang utama produksi pangan nasional. Provinsi ini dinilai mempunyai kemampuan produksi yang kuat, baik pada komoditas tanaman pangan maupun peternakan.
“Padi nomor satu, jagung nomor satu, ayam nomor satu, telur nomor satu, gula nomor satu, susu juga nomor satu. Ini ada di Jawa Timur,” ujarnya.
Andi Amran juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan DPRD Jawa Timur terhadap pembangunan sektor pertanian.
Menurut dia, koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan produksi.
Ia menilai sinergi antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur, pimpinan DPRD, serta jajaran pemerintah daerah dapat memperkuat pelaksanaan program pertanian.
“Saya kagum, dukungannya luar biasa. Ibu Gubernur, Pak Wagub, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, dan anggota DPRD kompak. Inilah hasilnya kalau kompak, produksinya naik,” katanya.
