Senin, 12 October 2026 14:00 UTC

Rekaman CCTV yang menunjukkan pelemparan anak kucing dari lantai 5 Rusunuwa Rusunawa Bayuangga, Kota Probolinggo, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: Zulalif/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Anak kucing bernama Melly berusia 4 bulan tewas setelah diduga dilempar seorang pria dari lantai 5 Rusunawa Bayuangga, Kota Probolinggo.
Peristiwa yang terekam kamera pengawas (CCTV) itu viral di media sosial dan menuai kecaman komunitas pecinta kucing.
Pria berinisial ANG tersebut diduga kesal karena Melly membuang kotoran di dalam kamarnya di rusunawa. Pria itu disebut berniat melempar hewan tersebut ke arah balkon, tetapi Melly justru terjatuh hingga ke lantai dasar.
Dalam rekaman yang beredar di Facebook dan Instagram, pria tersebut terlihat melempar Melly hingga jatuh ke area parkir di lantai dasar.
Pemilik Melly, Nafiah, mengaku terpukul atas kematian kucing yang telah dirawatnya sejak masih dalam kandungan induknya itu.
“Sebetulnya kucing saya itu tidak pernah keluar rumah, tapi tidak tahu kenapa pas kejadian ada di luar. Ya sedih kalau sudah mati begitu,” ujar Nafiah, Senin, 12 Oktober 2026.
Kematian Melly juga membuat Putri, anak Nafiah, kehilangan teman bermainnya. Sejak kecil, Putri terbiasa bermain bersama kucing tersebut.
Setelah Melly mati, ia terus menangis dan menyempatkan diri mengunjungi makamnya sepulang sekolah untuk menyiram serta menaburkan bunga.
“Ya sedih kucingnya sudah mati, sempat menangis juga karena mainnya selalu sama kucing,” kata Putri.
Kasus tersebut turut memantik kemarahan Komunitas Pecinta Kucing Probolinggo. Nasrul Fatah dari komunitas itu menyayangkan dugaan tindakan yang menyebabkan Melly mati.
“Kami resah dan kesal dengan perbuatan pelaku, apalagi kejadiannya sampai viral. Semestinya pelaku minta maaf ke pemilik termasuk ke publik,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Polsek Kademangan telah mendatangi Rusunawa Bayuangga untuk meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pemilik kucing. Namun, ANG tidak berada di lokasi saat petugas datang karena disebut sedang bekerja.
Hingga Senin siang, polisi masih mendalami peristiwa tersebut dengan meminta keterangan sejumlah pihak.
