Logo

Karhutla Arjuno-Welirang Pasuruan Meluas, Titik Api Berjarak 2 Km dari Permukiman

Reporter:,Editor:

Selasa, 20 October 2026 07:06 UTC

Karhutla Arjuno-Welirang Pasuruan Meluas, Titik Api Berjarak 2 Km dari Permukiman

Foto peta lokasi titik kebakaran yang terjadi di Arjuno-Welirang dari BPBD Jatim, Selasa, 20 Oktober 2026. Foto: BPBD Jatim

JATIMNET.COM, Surabaya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih terpantau hingga Selasa, 20 Oktober 2026. Titik api di Gunung Ringgit berada sekitar 2–3 kilometer dari permukiman warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan pemantauan melalui radar Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) masih mendeteksi titik api di kawasan tersebut.

"Berdasarkan pantauan dari radar Sipongi saat ini di wilayah Arjuno-Welirang masih terdapat titik api," kata Satriyo saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Oktober 2026.

Satriyo menjelaskan, kebakaran yang dilaporkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, terjadi di Gunung Ringgit, bagian dari kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Petugas terus memantau perkembangan api untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran meluas ke wilayah lain.

BACA: Tragedi Karhutla di Bromo, Tiga Orang Gugur Saat Berjuang Padamkan Api 

Kedekatan titik api dengan permukiman menjadi perhatian tim gabungan. Meski demikian, BPBD Jatim belum menerima laporan mengenai dampak langsung kebakaran terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

"Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 2–3 km dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung," ujarnya.

BPBD Jatim berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pasuruan dan sejumlah pihak terkait untuk memantau kondisi lapangan. Upaya tersebut dilakukan guna mengetahui perkembangan kebakaran sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan karhutla ini, antara lain BPBD Jatim, tim Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Perum Perhutani, BPBD Kabupaten Pasuruan, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lokajaya Binangun, serta relawan.

Tim gabungan melakukan penanganan melalui jalur darat untuk menjangkau kawasan terdampak. Petugas menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi medan dan akses menuju titik api.

BACA: Ayah Korban Karhutla Bromo: Minta Informasinya yang Jelas

"Tim gabungan melakukan penanganan jalur darat," katanya.

Akses menuju lokasi kebakaran menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla di kawasan pegunungan. Karena itu, petugas terus melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi untuk mengantisipasi perluasan api, terutama ke area yang berdekatan dengan permukiman.

Hingga Selasa, BPBD Jatim belum menerima laporan korban akibat kebakaran tersebut. Sementara itu, petugas masih mendata luas area yang terbakar dan menyelidiki penyebab kebakaran.

"Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan," pungkasnya.

Petugas masih mengikuti perkembangan kondisi di Gunung Ringgit dan sekitarnya. Hasil pemantauan serta pendataan lebih lanjut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.