Logo

Hari Santri Nasional, Sumardi Dorong Pesantren di Jatim Terus Kembangkan Santripreneur

Perluas Lapangan Kerja, 1.210 Pesantrenpreneur Terbentuk di Jawa Timur
Reporter:,Editor:

Kamis, 22 October 2026 00:36 UTC

Hari Santri Nasional, Sumardi Dorong Pesantren di Jatim Terus Kembangkan Santripreneur

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi. Foto: Januar/Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Mojokerto – Anggota DPRD Jawa Timur, Sumardi, mendorong penguatan kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren melalui program santripreneur. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus mencetak wirausahawan yang mampu membuka lapangan kerja.

Potensi pengembangan ekonomi pesantren di Jawa Timur cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, pada 2025, Jawa Timur memiliki 5.121 pondok pesantren dengan jumlah santri lebih dari 970 ribu orang.

Dari jumlah tersebut, terdapat 808 pondok pesantren yang memiliki badan usaha aktif dalam bentuk koperasi. Data tersebut menunjukkan besarnya ekosistem pesantren yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengembangkan program One Pesantren One Product (OPOP) untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Dalam laporan pada November 2024, Pemprov Jatim menyebut program tersebut telah menghasilkan 1.210 pesantrenpreneur dan membina lebih dari 500 ribu santri dalam kegiatan kewirausahaan.

BACA: Sumardi Dukung Kajian Fatwa Haram Vape, Soroti Ancaman Narkoba 

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren di Jawa Timur. Namun, penguatan ekosistem usaha tetap diperlukan agar pesantren mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Sumardi menilai, pesantren memiliki potensi besar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi karena didukung sumber daya manusia dan unit usaha yang dikelola secara mandiri. Karena itu, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) perlu menjadi momentum untuk memperluas kontribusi santri, termasuk dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan.

“Pesantren memiliki potensi luar biasa besar, mulai dari sumber daya manusianya hingga unit-unit usaha yang dikelola secara mandiri. Melalui momentum Hari Santri Nasional ini, kita mendorong agar ekosistem ekonomi di lingkungan pesantren terus disokong, sehingga para santri kelak tidak hanya siap secara mental dan spiritual, tetapi juga siap menjadi wirausahawan tangguh yang membuka lapangan kerja,” ujar Sumardi di Surabaya, Kamis, 22 Oktober 2026.

BACA: Refleksi Resolusi Jihad, Sumardi Dorong Dukungan Anggaran Pendidikan Pesantren di Jatim Berkelanjutan

Politikus Partai Golkar tersebut berharap pengembangan usaha pesantren dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menopang kebutuhan lembaga, kegiatan ekonomi tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar pesantren.

Menurut Sumardi, pengembangan kewirausahaan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan legislatif. Dukungan regulasi dan penganggaran diperlukan agar pesantren memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta mengembangkan unit usahanya.

Ia menegaskan, penguatan ekonomi pesantren perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, dan penanaman nilai kebangsaan. Dengan dukungan yang memadai, santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mampu berperan sebagai pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Jawa Timur.