Selasa, 20 October 2026 09:55 UTC

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari saat diwawancarai di DPRD Jatim, Selasa, 20 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet
JATIMNET.COM, Surabaya – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari, meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar menyusul kematian Zulkarnain Abdil Aziz, 10, bocah penyandang disabilitas di Surabaya yang diduga menjadi korban kekerasan oleh anak di bawah umur.
Sri Untari menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar tidak mengabaikan persoalan yang dialami anak-anak di lingkungan tempat tinggal mereka. Menurutnya, kepedulian antarwarga dapat membantu mencegah perundungan dan kekerasan terhadap anak.
"Saya kira itu sangat memprihatinkan ketika lingkungan abai kepada tetangganya. Sekarang kita ini hidup dalam kondisi sosial masyarakat yang rumahnya pun berdempetan," kata Untari, Selasa, 20 Oktober 2026.
Politikus PDI Perjuangan asal Malang itu mengatakan, kedekatan tempat tinggal semestinya memperkuat hubungan sosial antarwarga. Namun, kondisi tersebut perlu disertai tanggung jawab untuk memperhatikan situasi di sekitar, terutama ketika ada anak yang berpotensi mengalami kekerasan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap perundungan terhadap anak sebagai persoalan pribadi sebuah keluarga. Lingkungan tempat tinggal, menurutnya, turut berperan menciptakan rasa aman bagi seluruh anak, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
"Bagaimana anak-anak kita yang sedang kena perundungan dan pembulian itu kok dibiarkan saja? Itu enggak boleh terjadi lagi," ujarnya.
Sri Untari berharap kematian Zulkarnain menjadi momentum untuk menghidupkan kembali gerakan peduli tetangga. Ia mendorong masyarakat lebih peka terhadap persoalan sosial dan tidak membiarkan dugaan kekerasan berlangsung tanpa perhatian.
Ia juga secara khusus meminta warga memberikan perhatian kepada keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan serta merasa aman di rumah dan lingkungan tempat tinggalnya.
"Maka kita harus mulai gerakan peduli pada tetangga, terutama tetangga yang punya anak-anak disabilitas agar kemudian mereka merasakan aman tinggal di rumah mereka sendiri," kata Sri Untari.
BACA: Kasus Kematian Bocah Disabilitas, Polisi Siapkan Keputusan untuk Anak
Ia menegaskan, kepedulian sosial harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjaga hubungan baik antarwarga. Ketika mengetahui dugaan perundungan atau kekerasan terhadap anak, masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh dan mengambil langkah yang tepat untuk membantu melindungi korban.
Kasus kematian Zulkarnain menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan anak penyandang disabilitas dan dugaan keterlibatan anak di bawah umur. Penanganannya perlu memperhatikan perlindungan korban serta keluarganya, sekaligus memastikan proses hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum berjalan sesuai ketentuan.
Sri Untari berharap keluarga, masyarakat, dan pihak terkait memperkuat pengawasan terhadap anak. Lingkungan yang peka dan responsif diharapkan mampu membantu mendeteksi potensi perundungan lebih dini sehingga anak-anak, khususnya penyandang disabilitas, memperoleh perlindungan yang layak.
