Jumat, 16 October 2026 12:18 UTC

Rekan sesama atlet berziarah dan memberikan penghormatan terakhir di makam Sefriel Ardiansyah, Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Zulkiflie/Jatimnet.com
JATIMNET.COM, Probolinggo – Sefriel Ardiansyah, atlet panjat tebing berusia 19 tahun asal Kota Probolinggo, meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kamis, 15 Oktober 2026. Kepergiannya menyisakan duka bagi keluarga, rekan sesama atlet, dan pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo.
Sefriel merupakan salah satu atlet berprestasi yang diproyeksikan memperkuat Kota Probolinggo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Pengurus FPTI bahkan menargetkan atlet muda tersebut mampu meraih medali emas setelah sebelumnya menyabet perak.
Pemuda yang tinggal di Jalan Serayu, Gang Yuni Yana, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu menjadi salah satu korban tewas dalam kebakaran di kawasan Pusung Lingker Utara, sebelah timur Bukit Mentigen, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Sefriel dilaporkan mengalami luka bakar lebih dari 50 persen setelah terjebak kobaran api yang melanda kawasan perbukitan Bromo. Petugas menemukan jenazahnya bersama dua korban lainnya di lokasi kejadian.
Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, mengatakan Sefriel merupakan atlet yang bertanding pada nomor lead dan boulder. Kedua nomor tersebut menjadi bagian dari cabang olahraga panjat tebing yang selama ini ditekuninya.
BACA: Tragedi Karhutla di Bromo, Tiga Orang Gugur Saat Berjuang Padamkan Api
Iwan menyebut prestasi Sefriel pada Porprov Jawa Timur sebelumnya menjadi modal untuk meningkatkan pencapaian pada kompetisi berikutnya. Pengurus FPTI pun telah mempersiapkannya untuk bersaing memperebutkan medali emas pada Porprov 2027.
"Sefriel ini atlet berprestasi, di mana yang terakhir berhasil mendapat medali perak pada Porprov lalu. Untuk 2027 mendatang, saya semangati agar mendapat emas, namun takdir berkata lain," ungkap Iwan, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Iwan, Sefriel masih memiliki kesempatan panjang untuk mengembangkan karier di dunia panjat tebing. Namun, harapan melihat atlet tersebut meraih podium tertinggi pada Porprov mendatang kini pupus.
Bagi FPTI Kota Probolinggo, Sefriel merupakan salah satu talenta muda yang diharapkan mampu menyumbangkan prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Sempat Kirim Video Kebakaran Bromo kepada Keluarga
Sebelum meninggal dunia, Sefriel sempat mengirimkan video yang memperlihatkan kondisi kebakaran di kawasan wisata Gunung Bromo kepada keluarganya. Informasi tersebut diketahui berdasarkan keterangan pihak keluarga.
BACA: Ayah Korban Karhutla Bromo: Minta Informasinya yang Jelas
Video itu menjadi salah satu jejak komunikasi terakhir Sefriel sebelum kebakaran merenggut nyawanya. Keluarga tidak menyangka pemuda berusia 19 tahun tersebut menjadi korban dalam peristiwa di kawasan taman nasional itu.
Keluarga memakamkan jenazah Sefriel pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026. di tempat pemakaman umum (TPU) sekitar tempat tinggalnya. Rekan sesama atlet dan pengurus FPTI Kota Probolinggo turut hadir untuk mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.
Kepergian Sefriel meninggalkan kehilangan besar bagi dunia olahraga Kota Probolinggo. Target medali emas Porprov Jawa Timur 2027 yang sempat menjadi motivasinya kini menjadi harapan yang tak sempat terwujud.
