Selasa, 20 October 2026 14:00 UTC

Destry Damayanti Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2030..Foto: BI
JATIMNET.COM, Kediri – Puluhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta unit usaha pesantren dari wilayah Mataraman membawa potensi transaksi hingga Rp2,5 miliar dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari kopi, gula aren, dan pangan olahan hingga wastra dan modest fashion.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri memfasilitasi pelaku usaha dari 13 kabupaten/kota di wilayah Mataraman untuk mengikuti festival ekonomi syariah yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 14–18 Oktober 2026.
Selain memamerkan produk, para pelaku usaha mengikuti business matching dan Forum Bisnis Pesantren untuk memperluas jaringan serta menjajaki peluang kerja sama perdagangan.
Sejumlah usaha yang berpartisipasi antara lain Arbilest Coffee, CV Temon Agro Lestari, CV Alsafood, CV Laksita, CV Nawasena Pangan Kreatif, PT Yuksri Prima Indonesia, dan UD Ibu Sam. Produk mereka mencakup makanan dan minuman halal, busana muslim, wastra, serta kerajinan.
Potensi transaksi Rp2,5 miliar tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.
Namun, angka itu masih berupa potensi kesepakatan yang dijajaki dalam kegiatan, bukan nilai transaksi yang dipastikan telah terealisasi.
Keikutsertaan UMKM Mataraman dalam ISEF merupakan kelanjutan dari rangkaian Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) dan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 pada 25–27 September. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, lebih dari 90 UMKM dan unit usaha pesantren telah difasilitasi.
BI Kediri juga mendorong penguatan daya saing usaha melalui sertifikasi halal, pembenahan kemasan, digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS, serta perluasan akses pembiayaan syariah.
ISEF 2026 mengusung tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan melalui sinergi dan transformasi digital. Festival edisi ke-13 ini menghadirkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan sekitar 100 kegiatan luring maupun daring.
Penyelenggaraan tahun ini turut mengintegrasikan ISEF dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Berbagai agenda digelar, mulai dari business matching perdagangan dan wastra, forum bisnis pesantren, hingga diskusi internasional mengenai zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah muslim.
Melalui partisipasi tersebut, UMKM dan unit usaha pesantren Mataraman berpeluang memperluas akses pasar di luar daerah. Penguatan kualitas produk, legalitas halal, dan jejaring perdagangan menjadi faktor penting agar peluang yang dijajaki selama festival dapat berlanjut menjadi transaksi nyata.
