Rabu, 14 October 2026 11:45 UTC

Ilustrasi tersengat listrik. Pixabay
JATIMNET.COM, Jember — Sugik (43), seorang tukang listrik asal Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia saat memperbaiki instalasi listrik di sebuah rumah di Perumahan Bumi Puri Nirwana, Blok E-21, Kelurahan Karangrejo, Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diduga tersengat listrik ketika bekerja seorang diri di rumah yang sedang kosong.
Ketua RW 22, Sudiantoro, mengatakan Sugik telah mengerjakan perbaikan rumah tersebut selama beberapa minggu. Biasanya, korban bekerja bersama seorang rekan. Namun, pada hari kejadian, Sugik bekerja sendirian karena rekannya tidak masuk.
Warga mulai curiga menjelang tengah hari karena aktivitas pengerjaan rumah yang biasanya terdengar dari lingkungan sekitar mendadak senyap. Sejumlah tetangga kemudian mencoba memanggil korban, tetapi tidak mendapat jawaban.
BACA: Tokek Bikin Mahasiswi di Kontrakan Panik, Damkar Jember Evakuasi dalam 10 Menit
Warga lalu menghubungi pemilik rumah untuk memastikan keadaan di dalam bangunan. Setelah tiba dan memeriksa rumah, pemilik mendapati plafon sudah jebol. Korban kemudian terlihat berada di antara rangka atap dengan tangan memegang kabel listrik.
“Biasanya pekerjaan itu terdengar ramai, tetapi saat itu tidak ada suara. Ketika dipanggil juga tidak ada jawaban, sehingga warga khawatir terjadi sesuatu,” ujar Sudiantoro saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi kejadian.
Setelah menemukan kondisi tersebut, warga meminta bantuan pengurus lingkungan dan menghubungi petugas. Anggota Polsek Sumbersari menindaklanjuti laporan sekitar pukul 13.18 WIB.
Petugas medis dari Puskesmas Sumbersari yang memeriksa korban menemukan luka bakar pada telapak tangan kiri. Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas medis memperkirakan korban telah meninggal sekitar dua jam sebelumnya.
Sugik diketahui tinggal di Jalan Bengawan Solo II, Lingkungan Tegalboto Kidul, Kecamatan Sumbersari. Setelah keluarga tiba di lokasi, petugas membawa jenazah menggunakan mobil jenazah untuk dibawa ke rumah duka.
Menurut Sudiantoro, keluarga meminta jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan tidak berkenan dilakukan autopsi. Dugaan korban meninggal akibat sengatan listrik didasarkan pada kondisi saat ditemukan, sedangkan penyebab pasti kematian belum dipastikan melalui pemeriksaan yang berwenang.
Dalam proses penanganan di lokasi, petugas pemadam kebakaran harus membuka genteng dan memotong rangka galvalum untuk menjangkau korban. Petugas PLN terlebih dahulu memutus aliran listrik sebelum proses evakuasi berlangsung.
