Logo

Sumardi Minta Industri Ploso Serap Tenaga Kerja Lokal

Reporter:,Editor:

Selasa, 13 October 2026 04:00 UTC

Sumardi Minta Industri Ploso Serap Tenaga Kerja Lokal

Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi. Foto: DPRD Provinsi Jawa Timur.

JATIMNET.COM, Jombang - Iklim investasi di Kabupaten Jombang kian menggeliat. Salah satu buktinya, Kawasan Industri Ploso seluas 350 hektare bakal mulai dibangun pada 23 Oktober 2026.

Proyek yang telah berproses sejak 2012 ini diharapkan menarik investor baru, memperluas kesempatan kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah utara Sungai Brantas.

Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi menilai pembangunan kawasan industri tersebut menjadi peluang bagi Jombang untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, dia mengingatkan agar investasi yang masuk juga memberikan dampak nyata bagi tenaga kerja lokal.

“Ini peluang besar bagi Jombang setelah 14 tahun berproses. Namun, investasi harus berdampak langsung bagi masyarakat lokal,” kata Sumardi, Selasa, 13 Oktober 2026.

Politikus Partai Golkar ini menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri sejak awal.

Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dinilai perlu menyelaraskan program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

“Pelatihan kerja harus sesuai kebutuhan industri agar tenaga kerja lokal tidak hanya mendapat pekerjaan di sektor berupah rendah,” tegasnya.

Rencana pembangunan Kawasan Industri Ploso ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) antara Pemerintah Kabupaten Jombang dan PT Kawasan Ploso pada 7 Oktober 2026.

Kesepakatan yang berlaku selama lima tahun itu mencakup optimalisasi sumber daya daerah, penguatan ekonomi lokal, peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Kawasan Ploso, Wihardi Hosen mengatakan perusahaan telah mengantongi izin lokasi sejak 2012. Kawasan industri di Jombang tersebut merupakan proyek ketiga yang dikembangkan kelompok usahanya setelah kawasan industri di Mojokerto dan Batang.

Wihardi menyampaikan pembangunan kawasan industri itu dijadwalkan dimulai pada 23 Oktober 2026. Ia optimis pengembangan kawasan seluas 350 hektare tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menarik investasi domestik maupun mancanegara.

Sementara itu, Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan dukungan pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengurangan hambatan birokrasi, dukungan sarana dan prasarana, serta penyiapan tenaga kerja lokal melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Dengan segera dimulainya pembangunan Kawasan Industri Ploso, Jombang berpeluang memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi di Jawa Timur.

Tantangannya, pemerintah daerah dan pengelola kawasan perlu memastikan peluang ekonomi yang terbuka turut dinikmati masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan usaha lokal.