Logo

Solar Sulit Didapat, Polres Probolinggo Cek 11 SPBU

Reporter:,Editor:

Senin, 19 October 2026 09:00 UTC

Solar Sulit Didapat, Polres Probolinggo Cek 11 SPBU

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar (kanan) saat mengecek pasokan BBM di SPBU Semampir, Kabupaten Probolinggo, Senin, 19 Oktober 2026. Foto: Zulalif/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pengemudi di Kabupaten Probolinggo mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam sepekan terakhir. Sejumlah sopir bahkan harus berpindah SPBU untuk mencari bahan bakar bagi kendaraannya.

Bunarwi, salah seorang sopir truk, mengaku harus berpindah dari SPBU di wilayah Paiton ke Semampir setelah stok solar di lokasi sebelumnya kosong.

“Ini tadi dari SPBU Paiton kebetulan kosong, jadi saya langsung geser ke sini (SPBU Semampir). Semoga solar kembali mudah didapat,” kata Bunarwi, Senin, 19 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi dari pihak SPBU, antrean kendaraan dan terganggunya pasokan solar diduga berkaitan dengan keterlambatan pengiriman BBM ke wilayah Kabupaten Probolinggo.

Keterlambatan distribusi tersebut terjadi di tengah perbaikan Jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, yang merupakan bagian dari jalur Pantura penghubung Surabaya–Bali maupun sebaliknya.

Menyikapi kondisi tersebut, Polres Probolinggo melakukan pengecekan di 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.

Salah satu SPBU yang diperiksa Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar bersama anggotanya adalah Yani SPBU Semampir, di tepi jalur Pantura, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.

Di lokasi tersebut, petugas memantau antrean kendaraan dan meminta keterangan sejumlah pengemudi terkait ketersediaan BBM, terutama solar yang dikeluhkan sulit diperoleh dalam beberapa waktu terakhir.

Rizki mengatakan, pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Probolinggo. Polisi juga memastikan tidak terjadi pembelian berlebihan atau panic buying di tengah masyarakat.

"Intinya, kami hendak memastikan situasi terkait BBM di wilayah Kabupaten Probolinggo. Alhamdulillah, tidak ada panic buying," ujar Rizki.

Menurut Rizki, antrean kendaraan di SPBU Semampir terjadi karena pergantian shift petugas SPBU. Hingga pengecekan berlangsung, polisi belum menemukan persoalan signifikan terkait kondisi BBM di wilayah tersebut.

"Sejauh ini belum ada temuan yang signifikan. Intinya, sampai sejauh ini masih aman," terangnya.