Rabu, 14 October 2026 06:00 UTC

SDN Jelgung 3, Kecamatan Robatal, Sampang sedang direvitalisasi dengan menggunakan anggaran sebanyak Rp1,3 miliar dari Kemendikdasmen, Rabu, 14 Oktober 2026. Foto: Zainal Abidin/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Sampang – Proyek revitaliasi SDN Jelgung 3, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang tengah berlangsung.
Kepala SDN Jelgung 3, Quratul Aini mengatakan bahwa proyek tersebut mendapatkan anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebanyak Rp1,3 miliar.
Menurutnya, alokasi anggaran sebanyak itu untuk merehabilitasi enam ruang kelas, kantor atau ruang guru, serta kamar mandi siswa, termasuk pembangunan toilet.
Adapun pelaksanaan proyek berlangsung selama 150 hari kerja, terhitung sejak Agustus dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026. Dengan demikian, fasilitas yang tengah dibangun itu bisa digunakan pada awal 2027.
“Sampai saat ini, progres pekerjaan sudah mencapai 50 persen,” ujar Quratul saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan Jatimnet.com di lapangan, sejumlah pekerja terlihat mengerjakan plesteran dinding ruang kelas.
Di tengah pekerjaan yang masih berlangsung, papan informasi proyek belum terpasang di lokasi pekerjaan revitalitasi SDN Jelgung 3.
Saat ditanya mengenai belum terpasangnya papan informasi proyek, Quratul menyatakan bahwa papan informasi masih dicetak. Alasan itu berdasarkan keterangan pihak pelaksana proyek kepada pihak sekolah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sampang, Mohamad Iqbal Fatoni meminta sekolah penerima program revitalisasi memaksimalkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut.
Menurut Fafan, sapaan akrab Mohamad Iqbal Fatoni, seluruh pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, hasil revitalisasi dapat sesuai dengan perencanaan dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
"Pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi atau sesuai RAB. Jangan sampai proyek tersebut dikerjakan asal-asalan," tegas politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Fafan berharap program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Namun, juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, termasuk kualitas pembelajaran.
"Jangan hanya gedungnya yang bagus, tetapi kualitas dan mutu pendidikan harus lebih ditingkatkan," pungkasnya.
