Kamis, 03 September 2026 14:00 UTC

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat memberikan pengarahan kepada warga tentang pentingnya mencegah stunting melalui edukasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, Kamis, 3 September 2026. Foto: Pemkab Kediri.
JATIMNET.COM, Kediri – Kebiasaan makan ikan sejak dini terus didorong Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai bagian dari upaya mencegah stunting. Keluarga dengan balita hingga ibu hamil menjadi sasaran edukasi melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Edukasi tersebut dipadukan dengan Kelas Pengasuhan Balita yang digelar di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kamis, 3 September 2026. Melalui kegiatan ini, keluarga tidak hanya dikenalkan pada manfaat ikan, tetapi juga mendapat pemahaman mengenai pola pengasuhan dan pemenuhan gizi anak.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak awal kehidupan anak. Langkah tersebut menjadi bagian dari investasi untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui kegiatan hari ini, kami ingin menguatkan dua kunci utama dalam pencegahan stunting,” kata Dewi yang juga menjabat Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Kediri.
Menurut Dewi, ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tumbuh kembang anak. Kandungan omega 3 dan sejumlah zat gizi mikro di dalamnya juga dibutuhkan, terutama selama periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan di tingkat keluarga perlu terus dibangun. Tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi ibu hamil sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kediri turut menyerahkan 120 paket olahan ikan kepada sasaran. Penerima paket meliputi balita, anak stunting, anak wasting, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).
Pemberian olahan ikan tersebut sekaligus menjadi cara mengenalkan beragam bentuk pangan berbahan ikan kepada keluarga. Paket yang dibagikan terdiri dari filet ikan lele, abon lele, nugget, hingga kulit ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mendorong perubahan kebiasaan makan di tingkat keluarga.
“Semoga nanti dengan kegiatan ini juga akan menumbuhkan rajin makan ikan, minimal satu minggu makan ikan itu dua kali,” ucapnya.
Selain Gemarikan, keluarga juga mendapatkan materi dalam Kelas Pengasuhan Balita. Edukasi yang diberikan mencakup pola asuh, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi, stimulasi tumbuh kembang anak, hingga pentingnya menjaga kebersihan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri memperkuat pencegahan stunting dari sisi gizi sekaligus pengasuhan. Harapannya, pemenuhan kebutuhan anak tidak hanya dilakukan ketika masalah pertumbuhan sudah muncul, tetapi menjadi kebiasaan yang dibangun sejak awal di lingkungan keluarga. (adv/inforial)
Queenta - Kediri
