Logo

Hadapi Era AI, Lulusan ITAMA Diingatkan Jaga Jati Diri Santri

Reporter:,Editor:

Selasa, 13 October 2026 07:00 UTC

Hadapi Era AI, Lulusan ITAMA Diingatkan Jaga Jati Diri Santri

Rektor ITAMA Dr. KH. Melvien Zainul Asyiqien, M.Pd menyerahkan Piagam Wisudawan Terbaik ITAMA. Selasa, 13 Oktober 2026. Foto: Queen.

JATIMNET.COM, Kediri – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi menjadi tantangan bagi lulusan perguruan tinggi untuk tetap menjaga nilai dan jati diri.

Pesan itu disampaikan Rektor Institut Teknologi Al Mahrusiyah (ITAMA), Dr. KH. Melvien Zainul Asyiqien, M.Pd., kepada para lulusan dalam wisuda perdana di Aula KH. Imam Yahya Mahrus kampus tersebut, Selasa, 13 Oktober 2026.

Rektor yang akrab disapa Gus Melvin itu mengingatkan para lulusan agar tidak kehilangan identitas sebagai santri meski memasuki lingkungan baru yang sarat perubahan.

Ia mengibaratkan santri seperti ikan yang hidup di lautan asin, tetapi tidak serta-merta menjadi asin.

“Tetaplah menjadi santri di mana pun berada. Seperti ikan di lautan asin, jati diri kalian sebagai santri jangan sampai berubah,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha juga mengingatkan para lulusan tidak mengabaikan nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, kecakapan intelektual perlu diimbangi adab, akhlakul karimah, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

 

Queen - Kediri

“Semaju apa pun teknologi, termasuk hadirnya kecerdasan buatan yang mengubah cara kita belajar dan bekerja, jangan sampai kita kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Ir. Mohammad Yasin, M.Si., menilai latar belakang pesantren menjadi salah satu keunggulan lulusan ITAMA.

Bekal spiritual yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan menjadi modal untuk menghadapi persaingan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

“Alumni ITB atau ITS mungkin kuat di sisi intelektual. Tapi kalian punya kekuatan spiritual yang diutamakan. Itu yang membuat kalian berbeda. Jadikan Jawa Timur sebagai laboratorium pengabdian,” katanya.

Para lulusan juga diingatkan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu yang diperoleh perlu diamalkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.