Logo

Dekat Sungai Brantas, Siswa di Gedeg Mojokerto Dibekali Mitigasi Bencana

Reporter:,Editor:

Selasa, 20 October 2026 07:30 UTC

Dekat Sungai Brantas, Siswa di Gedeg Mojokerto Dibekali Mitigasi Bencana

Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi saat memberikan pembekalan kepada siswa dan tenga pendidik di wilayah Gedeg, Kabupaten Mojokerto dalam pembekalan program Satuan Pendidikan Aman Bencana, Selasa, 20 Oktober 2026. Foto: Wanto/Jatimnet

JATIMNET.COM, Mojokerto – Siswa dan tenaga pendidik di wilayah Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dibekali pengetahuan menghadapi bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Edukasi ini penting karena sekolah berada relatif dekat dengan Sungai Brantas dan perlu memahami potensi ancaman di lingkungan sekitarnya.

Melalui program tersebut, warga sekolah dikenalkan pada potensi bencana sekaligus langkah penyelamatan diri ketika situasi darurat terjadi. Pengetahuan ini diharapkan membantu mereka mengambil tindakan awal sebelum bantuan datang.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto mengatakan edukasi SPAB bertujuan membangun pemahaman siswa dan tenaga pendidik mengenai ancaman bencana serta cara menghadapinya.

“Harapannya anak-anak maupun pengajar menjadi lebih familiar dengan bencana. Mengenali potensi ancamannya, mengenali lingkungannya, juga mengenali bagaimana cara penanganan serta memitigasi bencana,” ujar Gatot, Selasa pagi, 20 Oktober 2026. 

Menurut Gatot, pemahaman tersebut diperlukan agar warga sekolah mampu melakukan penanganan awal secara mandiri.

Terlebih, kondisi darurat bisa terjadi sewaktu-waktu sehingga membutuhkan respons cepat dari orang-orang yang berada di lokasi.

Foto bersama peserta dan pelaksana pembekalan program Satuan Pendidikan Aman Bencana di wilayah Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa, 20 Oktober 2026. Foto: Wanto/Jatimnet

Edukasi SPAB tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga akan mengikuti simulasi menghadapi gempa bumi dan kebakaran.

Dalam kegiatan itu, siswa dan tenaga pendidik akan mempelajari cara menyelamatkan diri dari dalam ruangan, melindungi bagian tubuh, menuju titik kumpul yang aman, hingga langkah dasar memadamkan api pada kebakaran ringan.

Gatot mengatakan, edukasi kebencanaan melalui SPAB akan terus didorong di berbagai wilayah Jawa Timur.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur agar pemahaman mengenai potensi ancaman dan penanganan bencana terus ditingkatkan, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, menilai pengetahuan kebencanaan penting diberikan sejak dini. Sebab, masyarakat tidak bisa memastikan kapan dan di mana bencana akan terjadi.

Kedekatan sekolah dengan Sungai Brantas menjadi salah satu pertimbangan pentingnya edukasi tersebut, terutama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor.

“Makanya ini juga perlu kita siapkan anak-anak kita dengan materi-materi kebencanaan. Nanti juga bisa ada antisipasi-antisipasi yang dilakukan apabila suatu waktu ada bencana,” kata Sumardi.

Ia berharap materi dari BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Jawa Timur, dan para mentor dapat dipahami siswa sehingga mereka mengetahui tindakan yang perlu dilakukan saat menghadapi situasi darurat.