Kamis, 08 October 2026 10:00 UTC

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (dua dari kanan) secara simbolis menyerahan bantuan dari Baznas kepada para penerima di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kamis, 8 Oktober 2026. Foto: Diskominfo Gresik.
JATIMNET.COM, Gresik – Bantuan senilai sekitar Rp2,79 miliar disalurkan untuk pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gresik.
Bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kabupaten Gresik, Baznas Jawa Timur (Jatim), dan Baznas RI.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kamis, 8 Oktober 2026.
Dari total tersebut, Baznas Gresik menyalurkan Rp673 juta. Bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa bagi 996 siswa dan mahasiswa, kursi roda, rombong, modal dan peralatan usaha melalui Program Z-Tea, serta subsidi listrik untuk 50 veteran.
Sementara, Baznas Jatim menyalurkan Rp138,4 juta. Bantuan itu meliputi Beasiswa SKSS bagi enam mahasiswa, perbaikan lima rumah, enam rombong dorong, dan bantuan air bersih.
Adapun Baznas RI menyalurkan sekitar Rp1,978 miliar melalui sejumlah program pemberdayaan. Di antaranya Z-Mart untuk 50 pemilik toko kelontong, Z-Auto bagi tiga bengkel, Balai Ternak untuk 20 penerima, serta Baznas Microfinance Desa (BMD).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi dukungan Baznas, termasuk kontribusi aparatur sipil negara (ASN) melalui zakat.
Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memperluas manfaat zakat, terutama di sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami terus mendorong inovasi untuk hadir di tengah masyarakat. Kami berharap Program Gresik Cerdas membantu anak-anak Gresik melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Ketua Baznas Jatim Muhammad Ghofirin berharap sinergi dengan Pemkab Gresik terus diperkuat. Sementara Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi, H. Syarifudin, menyebut Baznas tengah menyiapkan sejumlah program baru untuk 2027.
Menurut Syarifudin, keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup dilihat dari besarnya dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan. Ukuran lainnya adalah sejauh mana bantuan tersebut memberikan perubahan terhadap kehidupan penerima.
“Bukan sekadar banyaknya dana masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
