Logo

5.930 Pesantren di Jatim Berada di Wilayah Berpotensi Bahaya Tinggi, BPBD Luncurkan Program Pestana

Reporter:,Editor:

Kamis, 22 October 2026 00:07 UTC

5.930 Pesantren di Jatim Berada di Wilayah Berpotensi Bahaya Tinggi, BPBD Luncurkan Program Pestana

Suasana kegiatan Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu, 22 Oktober 2026. Foto: Karin/Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebanyak 5.930 dari total 7.430 pondok pesantren di Jawa Timur teridentifikasi berada di wilayah dengan potensi bahaya bencana tinggi. Data tersebut merupakan hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur terhadap 14 jenis ancaman bencana.

Pejabat Fungsional Ahli Madya BPBD Provinsi Jawa Timur, Dadang Iqwandy, mengatakan pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pesantren.

“Dari 7.430 pesantren yang ada di Jawa Timur, setelah kami overlay dengan peta bahaya, diperoleh 5.930 pesantren berada di potensi bahaya tinggi,” kata Dadang saat kegiatan Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu, 22 Oktober 2026.

Pemetaan BPBD mencakup berbagai ancaman, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung api, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan.

Dadang menegaskan, kategori potensi bahaya tinggi tidak berarti bencana dipastikan terjadi di wilayah tersebut. Penilaian itu merupakan hasil kajian terhadap kondisi geologi, karakteristik tanah, topografi, tutupan lahan, curah hujan, hingga kedekatan suatu wilayah dengan sungai.

BACA: BPBD Jatim Kembangkan Pesantren Tangguh Bencana, Sasar Kesiapsiagaan Santri 

Sebagai contoh, kajian potensi tanah longsor mempertimbangkan kondisi topografi, tutupan lahan, dan curah hujan. Sementara itu, pemetaan potensi banjir juga memperhitungkan topografi, jarak wilayah dari sungai, serta curah hujan.

“Potensi itu bukan berarti prediksi, bukan berarti nanti ke depannya akan terjadi bencananya. Potensi itu pengkajian terhadap kondisi geologi, kondisi tanah, kondisi wilayah dan seterusnya,” jelasnya.

Data tersebut menjadi perhatian karena pesantren merupakan lingkungan pendidikan dan tempat tinggal bagi para santri. Pemahaman terhadap ancaman bencana di sekitar lingkungan pesantren diperlukan agar pengelola dan penghuni dapat meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan langkah penanganan ketika keadaan darurat terjadi.

Untuk menindaklanjuti pemetaan itu, BPBD Jatim mengembangkan program Pesantren Tangguh Bencana (Pestana). Program tersebut memberikan edukasi kebencanaan kepada warga pesantren dan berpeluang diperluas ke pondok pesantren lain yang berdasarkan data BPBD berada di wilayah dengan potensi bahaya tinggi.