Logo

26 Hari Hilang, Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8 Tiba di Rumah Duka di Jember

Rosyid dikenal sebagai anak tertua yang menjadi sopir antarkota untuk menghidupi adik dan anak-anaknya
Reporter:

Sabtu, 10 October 2026 22:21 UTC

26 Hari Hilang, Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8 Tiba di Rumah Duka di Jember

Suasana tangis pecah saat jenazah korban Muhammad Abdul Rosyid, korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 tiba di rumah duka, Dusun Leces, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Sabtu, 10 Oktober 2026. Foto: Istimewa/Totok

JATIMNET.COM, Jember – Tangis haru bercampur duka menyambut kedatangan jenazah Muhammad Abdul Rosyid di rumah keluarganya di Dusun Leces, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Sabtu sore, 10 Oktober 2026. Setelah 26 hari menanti kabar, keluarga akhirnya mendapat kepastian nasib pemuda berusia 28 tahun tersebut.

Mobil jenazah yang membawa jasad Rosyid perlahan memasuki halaman rumah. Keluarga dan kerabat yang telah menunggu langsung menyambut kedatangannya dengan isak tangis.

Rosyid merupakan salah satu korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026. Saat kapal tersebut karam, ia sedang bekerja sebagai kenek truk pengangkut ikan.

Sejak musibah itu terjadi, keluarga kehilangan kabar tentang keberadaan Rosyid. Penantian panjang mereka berakhir setelah tim pencarian dan pertolongan (SAR) menemukan jasadnya pada 9 Oktober 2026. Petugas kemudian memastikan identitas jenazah tersebut.

Kepala Desa Sruni, Afifah Nur Hotimah, mengatakan Rosyid merupakan putra sulung dari empat bersaudara. Selama ini, ia turut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Rosyid sehari-hari bekerja sebagai sopir antarkota. Penghasilannya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan istri dan adik-adiknya,” kata Afifah, Sabtu, 10 Oktober 2026.

BACA: Retakan Tanah Gumitir Jember Dekat Jurang, Mitigasi Dikebut 

Menurut Afifah, Rosyid memiliki peran penting dalam kehidupan keluarganya. Sebagai anak tertua, ia ikut menopang kebutuhan rumah tangga sekaligus membantu adik-adiknya.

Duka keluarga semakin mendalam karena Rosyid masih sempat menghubungi mereka melalui panggilan video sehari sebelum kapal tenggelam. Saat itu, ia memberi kabar dan menyampaikan keberadaannya kepada keluarga.

Tak seorang pun menyangka komunikasi tersebut menjadi salah satu kenangan terakhir mereka bersama Rosyid sebelum ia dinyatakan hilang dalam musibah pelayaran itu.

Setelah menunggu selama 26 hari, keluarga akhirnya dapat membawa Rosyid pulang. Namun, kepulangan yang mereka harapkan bukanlah pertemuan dengan senyum dan pelukan, melainkan perpisahan untuk terakhir kalinya.

Usai disalatkan, jenazah Rosyid dimakamkan di tempat pemakaman umum di desa setempat. Tangis keluarga mengiringi pemakaman pemuda yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarganya tersebut.