Logo

Viral Video Satpol PP Keluhkan Demo, Gus Haris Ingatkan Etika ASN

Reporter:,Editor:

Minggu, 25 October 2026 06:00 UTC

Viral Video Satpol PP Keluhkan Demo, Gus Haris Ingatkan Etika ASN

Tangkapan layar video dua oknum Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang mengeluhkan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Viral di Medsos, Rabu, 21 Oktober 2026. Foto: Zulafif/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris atau Gus Haris, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjaga etika dan profesionalisme saat bermedia sosial.

Peringatan ini menyusul viralnya video dua anggota Satpol PP yang mengeluhkan aksi demonstrasi di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo.

Video berdurasi 17 detik yang diunggah melalui akun TikTok pribadi anggota berinisial JA dan MU itu memicu kritik publik.

Keduanya mengeluhkan aksi demonstrasi pada 21 Oktober 2026 yang dinilai menambah beban pekerjaan dan mengganggu waktu istirahat.

Unggahan tersebut menuai sorotan karena JA dan MU merupakan aparatur pemerintah yang bertugas melayani masyarakat.

Setelah video menyebar luas, keduanya menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi melalui Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Keduanya juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Namun, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai sanksi yang akan diberikan kepada keduanya.

Menanggapi polemik tersebut, Gus Haris menegaskan setiap ucapan dan unggahan ASN di ruang digital perlu dipertimbangkan secara matang.

Perilaku aparatur, menurutnya, turut menentukan citra institusi pemerintah dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

"ASN memiliki tanggung jawab moral dan etika yang melekat pada jabatan serta statusnya sebagai pelayan publik," kata Gus Haris, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menambahkan, ASN harus menjaga sikap dan tutur kata, baik ketika menjalankan tugas maupun saat berinteraksi di ruang publik, termasuk melalui media sosial. Status sebagai aparatur pemerintah membawa tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

"Jangan sampai satu ucapan, satu unggahan, atau satu tindakan yang tidak terukur justru melahirkan kegaduhan yang tidak perlu dan mencederai kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Gus Haris juga mengingatkan bahwa demonstrasi dan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Oleh karena itu, aparatur pemerintah harus menyikapi kritik secara dewasa dan proporsional, bukan dengan emosi atau tindakan yang berpotensi memperkeruh suasana.

Ia meminta seluruh ASN mengedepankan pengendalian diri, komunikasi terbuka, serta sikap saling menghormati ketika menghadapi perbedaan pendapat dengan masyarakat.

Gus Haris menegaskan, setiap pelanggaran etika dan disiplin ASN akan dievaluasi serta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjaga profesionalisme dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

"Profesionalisme aparatur tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas administratif dan pelayanan kedinasan, tetapi juga dari kemampuan menjaga integritas, etika, serta kepercayaan publik dalam setiap bentuk interaksi dengan masyarakat," pesannya.