Logo

Sejuta Liter Air Bersih FSS dan SKK Migas Sasar Mushola dan Ponpes di Sampang

Reporter:,Editor:

Kamis, 08 October 2026 09:45 UTC

Sejuta Liter Air Bersih FSS dan SKK Migas Sasar Mushola dan Ponpes di Sampang

Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz melepas pemberangkatan bantuan satu juta liter air bersih di halaman Pendopo Trunojoyo, Sampang, Kamis, 8 Oktober 2026. Foto: Zainal Abidin

JATIMNET.COM, Sampang – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, membuat akses masyarakat terhadap air bersih semakin terbatas. Sejumlah desa bahkan menghadapi kondisi kering kritis karena sumber air yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.

Situasi tersebut mendorong Forum Sampang Sehat (FSS) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menyalurkan bantuan melalui program Sejuta Liter Air Bersih.

Pada penyaluran tahap kedua ini, penyelenggara memperluas sasaran penerima. Selain warga di desa-desa yang terdampak kekeringan, bantuan air bersih juga menyasar sejumlah mushola dan pondok pesantren (ponpes).

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, mengatakan kekeringan masih menjadi persoalan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Sampang.

Menurutnya, program Sejuta Liter Air Bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

BACA: SKK Migas - Medco Energi Sampang Susun PPM 2026 dengan Melibatkan Warga 

"Kehadiran kami dan temen-temen KKKS bukan hanya dalam menjalankan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi yang ada di Sampang, tetapi juga turut mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya," kata Febrian, Kamis, 8 Oktober 2026.

Febrian menegaskan, SKK Migas bersama KKKS Wilayah Jabanusa akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang dan masyarakat. Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia menjelaskan, kontribusi industri hulu migas di Sampang tidak hanya berupa penyaluran bantuan air bersih. Industri tersebut juga berupaya menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Kami berharap program ini dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, keberadaan industri hulu migas di wilayah Kabupaten Sampang juga dapat memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

BACA: Asosiasi Wartawan Sampang Dukung Industri Hulu Migas untuk Kemajuan Daerah 

Ketua FSS Siti Farida mengatakan program Sejuta Liter Air Bersih kali ini merupakan pelaksanaan yang kedua. Dukungan SKK Migas dan KKKS membuat FSS dapat memperluas jangkauan distribusi bantuan.

Menurut Farida, perluasan sasaran tersebut penting untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih. Bantuan juga menyentuh kebutuhan para santri dan pengelola ponpes serta masyarakat yang menggunakan mushola sebagai pusat kegiatan keagamaan.

"Semula hanya lima kecamatan, sekarang bertambah menjadi tujuh kecamatan. Bantuan juga disalurkan ke mushola dan ponpes," kata Farida.