Selasa, 20 October 2026 12:00 UTC

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (tengah) foto bareng anggota Komisi VIII DPR RI H. An’im Falachuddin Mahrus, petugas BNPB di sela sosialisasi relawan dan santri peduli bencana, Selasa, 20 Oktober 2026. Foto: Queen.
JATIMNET.COM, Kediri – Santri dan relawan di Kota Kediri dilibatkan dalam penguatan kesiapsiagaan bencana. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan menyasar lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kebencanaan di masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Joyoboyo itu dihadiri ratusan santri dan relawan, Selasa, 20 Oktober 2026. Mereka mendapat edukasi mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta peran masyarakat dalam menghadapi bencana.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB H. An’im Falachuddin Mahrus atau Gus An’im, menilai santri memiliki potensi untuk mendukung penanganan bencana karena ditopang jaringan, kedisiplinan, dan semangat sukarela.
“Santri punya jaringan, disiplin, dan semangat sukarela yang luar biasa. Sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dalam penanganan bencana,” ujarnya.
Menurut Gus An’im, edukasi kebencanaan perlu memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.
Ia juga menyoroti kondisi peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri yang disebutnya sudah banyak berusia tua. Ia berharap dukungan anggaran dapat mempercepat peremajaan peralatan untuk menunjang penanganan bencana.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, mengatakan penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat dan kalangan pesantren.
“Bencana tidak hanya merusak lingkungan, tapi bisa mengancam jiwa. Kita butuh kolaborasi, dan santri adalah salah satu kekuatan yang bisa diandalkan,” katanya.
Bambang juga menekankan pentingnya pengelolaan logistik yang transparan, tepat sasaran, dan tepat waktu agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan keterlibatan santri dan relawan menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat. Menurut dia, mitigasi bencana perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman seiring perkembangan Kota Kediri.
