Senin, 19 October 2026 18:34 UTC

Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengajak pimpinan organisasi mahasiswa ngopi bareng, Senin, 19 Oktober 2026. Foto: Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Dua pimpinan kepolisian di Mojokerto membuka ruang dialog dengan kalangan mahasiswa melalui kegiatan silaturahmi dan ngopi bareng di OTWE Cafe, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin malam , 9 Oktober 2026)=.
Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa dan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar hadir untuk mempererat hubungan dengan mahasiswa. Keduanya juga membahas pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Mojokerto Raya.
Puluhan perwakilan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus dan Aliansi BEM Mojokerto mengikuti pertemuan tersebut. Organisasi yang hadir meliputi HMI, GMNI, SEMMI, IMM, PMII, KOPRI PMII, dan ABEMORA. Sejumlah pejabat utama dari kedua kepolisian resor juga turut menghadiri kegiatan itu.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan terbuka. Selain menjadi ajang silaturahmi dengan dua kapolres yang baru bertugas, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mengenai kondisi sosial, keamanan, dan pelayanan kepolisian.
Ketua HMI Mojokerto, Ambang Mohammad, mengawali penyampaian aspirasi dengan menyambut kehadiran kedua kapolres. Ketua GMNI Mojokerto, Mohammad Thohir, kemudian berharap pertemuan itu menjadi awal koordinasi yang lebih intensif antara kepolisian dan mahasiswa, terutama dalam merespons persoalan sosial di masyarakat.
Ketua SEMMI Mojokerto, Muhammad Saadillah Muaqqib, juga berharap kepemimpinan baru di tubuh kepolisian dapat membawa dampak positif bagi keamanan dan ketertiban di Mojokerto.
Sementara itu, perwakilan IMM, Tian Lutfi, mengingatkan agar kegiatan ngopi bareng tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat menghasilkan langkah nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Perwakilan ABEMORA, Ahmad Baidhowi Saputra, turut menyampaikan harapan agar kepolisian senantiasa menjaga profesionalisme dan memberikan teladan positif kepada masyarakat. Ia menyampaikan aspirasi tersebut di tengah sorotan publik terhadap perilaku oknum aparat di sejumlah daerah.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengapresiasi partisipasi organisasi mahasiswa. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi terbuka dan menjalin kemitraan tanpa sekat formalitas.
“Selamat datang dan terima kasih atas kehadirannya kepada teman-teman elemen mahasiswa yang ada di Mojokerto Raya. Saya sebagai Kapolres Mojokerto memastikan saya akan membersamai pergerakan adik-adik mahasiswa semua,” tegasnya.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Menurutnya, upaya menjaga keamanan dan ketertiban membutuhkan dukungan serta keterlibatan banyak pihak.
Sinergi tersebut diharapkan membantu kepolisian mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus merespons persoalan sosial melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Melalui organisasi masing-masing, mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi masyarakat, memberikan masukan konstruktif, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang aman dan harmonis.
Karena itu, hubungan kepolisian dengan organisasi mahasiswa perlu terus diperkuat melalui keterbukaan, sikap saling menghormati, dan komitmen bersama untuk kepentingan masyarakat Mojokerto Raya.
