Logo

Pertamina Soroti Dugaan Spekulan Pertalite di Jember, Pembelian BBM Pakai Botol Diawasi

Penyaluran BBM Naik 20 Persen
Reporter:,Editor:

Rabu, 21 October 2026 23:08 UTC

Pertamina Soroti Dugaan Spekulan Pertalite di Jember, Pembelian BBM Pakai Botol Diawasi

Suasana antrian kendaraan di SPBU Jalan Ahmad Yani Jember pada Rabu, 21 Oktober 2026. Foto: Fauzan Arif Satriyo/Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Jember – Pertamina Patra Niaga meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pengawasan diperketat menyusul lonjakan permintaan yang diikuti indikasi pembelian menggunakan botol dan kendaraan dengan tangki modifikasi.

Sales Area Manager Retail Malang PT Pertamina Patra Niaga, Angga Y. Putra, mengatakan praktik yang diduga dilakukan spekulan masih ditemukan di lapangan. Pertamina meminta seluruh pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengawasi pola pembelian yang berpotensi menyimpang dari ketentuan.

"Iya, itu yang kita harapkan. Makanya di lapangan masih ada nih spekulan-spekulan yang sepeda motor, yang botol, yang tangkinya modifikasi," ujar Angga saat dikonfirmasi di Jember, Rabu, 21 Oktober 2026.

Angga menegaskan, Pertamina telah mengingatkan para pengelola SPBU agar tidak terlibat dalam praktik yang berpotensi merugikan masyarakat. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan penyaluran Pertalite tetap tepat sasaran.

"Iya, jadi kita tetap menyampaikan kepada SPBU, teman-teman di lembaga penyalur, bahwa tetap kita waspada ya terhadap apa namanya penyalahgunaan itu, jangan sampai kita ikut terlibat dalam hal-hal seperti itu," katanya.

Selain mengawasi penyaluran di SPBU, Pertamina berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk membantu menertibkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, baik di lokasi penyaluran maupun di luar SPBU.

Meski demikian, indikasi pembelian yang mencurigakan belum otomatis membuktikan adanya pelanggaran. Pihak berwenang tetap perlu memeriksa dan membuktikan dugaan tersebut.

 

Penyaluran Pertalite di Jember Naik 20 Persen Jadi 700 KL per Hari

Pengawasan distribusi berlangsung ketika permintaan BBM di Jember meningkat. Angga menjelaskan, perubahan harga BBM turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat, termasuk peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite.

Sebelum terjadi perubahan harga, penyaluran BBM di Jember rata-rata mencapai sekitar 570 kiloliter (KL) per hari. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan, Pertamina menambah pasokan hingga sekitar 680 KL–700 KL per hari dalam kondisi tertentu.

"Rata-rata penyaluran di Jember itu kalau normal sebelum ada kenaikan harga itu sekitar 570 KL per hari," ujarnya.

Dengan penambahan tersebut, volume penyaluran meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan kondisi normal. Pertamina berharap tambahan pasokan dapat menjaga ketersediaan Pertalite sekaligus membantu mengurangi antrean kendaraan di SPBU.

Pengusaha SPBU Baratan, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Wahyu Nugroho, membenarkan adanya penambahan pasokan Pertalite selama sekitar empat hari terakhir.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, SPBU yang dikelolanya menerima pasokan Pertalite sebanyak 24.000 liter. Jumlah itu lebih besar dibandingkan pasokan normal yang berkisar 16.000 liter per hari.

"Kalau antrean sekarang sudah normal. Pasokan Pertalite juga ditambah, sudah empat harian terakhir," kata Wahyu.

Pertamina menyebut kondisi distribusi BBM di Jember relatif kondusif. Meski begitu, antrean kendaraan masih berpotensi meningkat pada jam berangkat dan pulang kerja.

Untuk mengurangi kepadatan, Pertamina berupaya mengatur antrean dan mengarahkan konsumen ke SPBU yang lebih lengang.

Angga juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Menurut dia, kebijakan tersebut membantu mengurangi kepadatan kendaraan pada waktu tertentu.

"Kita juga sebenarnya cukup mengapresiasi Bapak Bupati, karena punya peran banyak ya buat kita, membantu kita dalam melakukan pengamanan wilayah ya, khususnya pada saat antrean sedang tinggi," ujar Angga.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengurangi ketersediaan bagi konsumen lain. Masyarakat juga diminta melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. (Fauzan Arif Satriyo)