Rabu, 21 October 2026 07:00 UTC

Sekretaris Perusahaan PG, Nuril Huda menyerahkan penghargaan Harvestion kepada pelajar SMK, sebagai apresiasi atas inovasi untuk mendukung swasembada pangan nasional. Foto/PG.
JATIMNET.COM, Gresik – Hasil panen bawang merah di SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, meningkat dari 150 kilogram menjadi 800 kilogram.
Kenaikan lebih dari lima kali lipat ini dicapai melalui program School Lab Farming yang dikembangkan PT Petrokimia Gresik dengan pendekatan pertanian presisi.
Program tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam budidaya tanaman.
Mereka belajar mengelola lahan, mengamati perkembangan tanaman, mencatat kebutuhan pupuk, hingga mengevaluasi hasil produksi.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penerapan pertanian presisi di lingkungan sekolah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus mengenalkan praktik budidaya yang lebih terukur.
“Capaian SMKN 1 Kademangan membuktikan bahwa pertanian presisi yang diterapkan dengan tepat mampu melipatgandakan hasil panen, bahkan di lahan sekolah. Potensi ini perlu dijaga dengan menyiapkan generasi muda yang kompeten dan inovatif,” ujar Daconi, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut dia, sekolah perlu menjadi ruang praktik bagi siswa untuk menguji pengetahuan dan mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian.
Inovasi tidak harus menggunakan teknologi tinggi, tetapi perlu menjawab persoalan nyata dan memberikan manfaat yang terukur.
Pengembangan kompetensi generasi muda menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani milenial berusia 19–39 tahun di Indonesia mencapai 6,18 juta orang pada 2023, atau sekitar 21,93 persen dari total petani.
Di Jawa Timur, potensi pengembangan pertanian juga ditopang produksi hortikultura, termasuk bawang merah. Data BPS Jawa Timur mencatat produksi komoditas tersebut pada 2025 mencapai sekitar 500,3 ribu ton.
Untuk memperluas pembelajaran pertanian di kalangan pelajar, Petrokimia Gresik kembali menggelar HARVESTION (Harvest and Innovation) 2026.
Memasuki tahun kedua, kompetisi ini dibuka pada 15 Oktober 2026 dan menyasar siswa serta guru SMK Pertanian se-Jawa Timur.
HARVESTION 2026 mengusung tema “Pertanian Presisi: Tanam Tepat, Olah Hebat, Nilai Berlipat” dengan tiga kategori, yakni Olimpiade Pertanian, Inovasi dan Teknologi Pertanian, serta School Lab Farming. Ketiga kategori tersebut mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan praktik, dan inovasi teknologi tepat guna.
Pendaftaran kategori Olimpiade Pertanian dibuka hingga 30 Oktober 2026, sedangkan kategori Inovasi dan Teknologi Pertanian hingga 20 November 2026.
Kenaikan hasil panen di SMKN 1 Kademangan menjadi gambaran potensi penerapan pertanian presisi di lingkungan pendidikan.
Namun, keberhasilan program dalam menyiapkan generasi penerus juga perlu dilihat dari keterampilan yang dikuasai siswa dan sejauh mana pengalaman praktik tersebut mendorong mereka untuk menekuni sektor pertanian setelah lulus.
