Senin, 19 October 2026 14:00 UTC

Ilustrasi: Malam Milik Keluarga. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COMKondisi ini semakin relevan ketika internet dan telepon seluler menjadi bagian rutin kehidupan masyarakat Indonesia. Malam yang dahulu relatif mudah menjadi waktu berkumpul sekarang harus berbagi ruang dengan notifikasi, video pendek, pekerjaan, gim, dan berbagai layanan digital.
Karena itu, duduk bersama tanpa agenda besar justru memperoleh nilai baru. Rumah Tangga Jawa Timur Semakin Kecil Struktur keluarga Indonesia terus berubah.
Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat rata-rata jumlah anggota rumah tangga di provinsi ini pada 2024 sekitar 3,17 orang. Dengan penduduk yang telah melampaui 41 juta jiwa, Jawa Timur terdiri atas jutaan rumah tangga dengan bentuk dan ukuran yang beragam.
Ukuran rumah tangga yang relatif kecil membuat interaksi di dalam keluarga menjadi semakin penting. Ketika ayah, ibu, dan anak memiliki kegiatan masing-masing, kehilangan satu atau dua jam kebersamaan setiap hari dapat berarti sebagian besar waktu pertemuan keluarga ikut hilang. Terutama pada hari kerja.
Pagi sering dihabiskan untuk mempersiapkan aktivitas. Siang hari anggota keluarga berada di sekolah, kampus, kantor, tempat usaha, atau lokasi pekerjaan lainnya. Malam menjadi salah satu sedikit kesempatan ketika jadwal mereka kembali bertemu. Masalahnya, secara fisik berkumpul tidak otomatis berarti berinteraksi.
Internet Mengubah Suasana Ruang Keluarga
BPS mencatat 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Angka itu meningkat dari 69,21 persen pada 2023. Pada 2024, sebanyak 68,65 persen penduduk juga tercatat memiliki atau menguasai telepon seluler.
Angka tersebut memperlihatkan betapa perangkat digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Manfaatnya sangat besar. Orang tua dapat bekerja dari rumah, keluarga yang tinggal berjauhan bisa melakukan panggilan video, anak dapat mencari bahan belajar, sementara berbagai kebutuhan rumah tangga dapat diselesaikan melalui ponsel.
Namun perangkat yang sama juga bersaing memperebutkan perhatian. Seseorang dapat mendengar suara anggota keluarganya sambil tetap menatap video di layar. Jawaban seperti “iya”, “sebentar”, atau “nanti” diberikan tanpa benar-benar mengikuti percakapan.
Tidak ada pertengkaran. Tidak ada konflik besar. Hanya perhatian yang perlahan terbagi.
Televisi Kini Bersaing dengan Layar Pribadi
Perubahan menarik lainnya terjadi pada hiburan keluarga. Dahulu satu televisi sering menjadi pusat perhatian rumah. Seluruh keluarga menonton acara yang sama, meskipun pilihan programnya tidak selalu disukai semua orang.
Sekarang setiap orang bisa mempunyai hiburan sendiri. Satu anggota keluarga menonton serial melalui ponsel. Yang lain membuka media sosial. Anak bermain gim. Orang tua membaca pesan pekerjaan. Semua mendapatkan konten yang mereka inginkan pada saat yang sama.
Secara individual, situasi itu nyaman. Secara sosial, ada konsekuensinya. Keluarga kehilangan sebagian pengalaman bersama yang dahulu tercipta secara otomatis karena keterbatasan pilihan. Karena itu, kebersamaan sekarang lebih membutuhkan kesengajaan.
Waktu Bersama Tidak Harus Berupa Acara Khusus
Ada anggapan bahwa quality time membutuhkan liburan, restoran, pusat rekreasi, atau perjalanan keluarga. Padahal kebersamaan dapat muncul dari kegiatan yang jauh lebih sederhana.
Makan malam tanpa terburu-buru, mengupas buah di meja, menyeduh teh, membantu anak mengerjakan sesuatu, menceritakan kejadian hari itu, atau sekadar duduk di teras dapat menciptakan percakapan.
Nilainya bukan pada aktivitasnya, tetapi perhatian yang diberikan. Keluarga bahkan tidak harus menghabiskan seluruh malam bersama.
Tiga puluh menit percakapan yang benar-benar diikuti dapat lebih berarti daripada tiga jam berada dalam satu ruangan sambil masing-masing memegang ponsel. Yang dibutuhkan bukan aturan rumah yang terlalu kaku. Cukup ada beberapa momen ketika layar tidak menjadi benda paling menarik di ruangan.
Anak Indonesia Hidup di Tengah Dunia Digital
Persoalan ini semakin penting bagi keluarga dengan anak dan remaja. Internet memberi generasi muda kesempatan belajar yang jauh lebih luas. Mereka dapat mengakses video pendidikan, buku digital, komunitas, kelas, permainan, dan pengetahuan yang sebelumnya sulit diperoleh.
Karena itu, menjauhkan anak sepenuhnya dari dunia digital bukan jawaban yang realistis. Tantangannya adalah keseimbangan.
Anak perlu belajar bahwa percakapan tatap muka, kegiatan fisik, tidur, belajar, bermain, dan kehidupan digital memiliki ruang masing-masing. Orang dewasa pun menghadapi tuntutan yang sama.
Sulit meminta anak meletakkan ponsel ketika orang tua sendiri terus memeriksa notifikasi selama makan malam. Kebiasaan keluarga lebih mudah dipelajari melalui contoh daripada larangan.
Tidur Juga Sering Menjadi Korban
Malam yang terlalu panjang di depan layar dapat mengambil waktu dari kebutuhan lain: tidur. Kementerian Kesehatan merekomendasikan orang dewasa tidur sekitar tujuh hingga delapan jam sehari. Anak dan remaja umumnya membutuhkan waktu tidur lebih panjang sesuai kelompok usianya.
Masalahnya, layar membuat batas malam mudah bergeser. Satu video berubah menjadi beberapa video. Satu percakapan berlanjut lebih lama. Satu episode diikuti episode berikutnya. Tanpa disadari, waktu tidur mundur.
Jika seluruh anggota keluarga mempunyai kebiasaan serupa, rumah tetap terjaga sampai larut tetapi tidak benar-benar digunakan untuk kebersamaan.
Kebersamaan Kini Menjadi Sesuatu yang Harus Dipilih
Teknologi tidak membuat keluarga otomatis menjauh. Ponsel bahkan dapat mempererat hubungan keluarga yang terpisah ribuan kilometer. Orang tua dapat melihat cucunya melalui panggilan video.
Anak yang merantau dapat mengirim kabar setiap hari. Grup keluarga menjaga hubungan yang sebelumnya bergantung pada surat atau telepon mahal.
Persoalannya bukan perangkat. Persoalannya adalah apakah perhatian kita masih bisa berpindah dari layar kepada orang yang duduk satu meter dari kita. Malam memberikan kesempatan untuk melakukan itu.
Tidak perlu ritual rumit. Letakkan ponsel sebentar. Buat minuman hangat. Duduk bersama. Tanyakan apa yang terjadi hari ini dan dengarkan jawabannya sampai selesai.
Di tengah dunia yang memungkinkan kita terhubung dengan ribuan orang setiap saat, kemampuan memberikan perhatian penuh kepada beberapa orang di rumah justru menjadi semakin berharga.
Mungkin kemewahan keluarga modern bukan rumah yang lebih besar atau layar yang lebih banyak. Kemewahannya adalah masih mempunyai waktu untuk saling bercerita sebelum hari benar-benar selesai.
