Logo

KSAU Jelaskan Alasan Tol Paspro Probolinggo Diuji sebagai Landasan Pesawat Tempur

Reporter:,Editor:

Kamis, 22 October 2026 12:40 UTC

KSAU Jelaskan Alasan Tol Paspro Probolinggo Diuji sebagai Landasan Pesawat Tempur

‎Pesawat F-16 Fighting Falcon saat melakukan uji coba pendaratan atau landing di Ruas Tol Paspro, Kamis, 22 Oktober 2026. Foto: Zulafif/Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Probolinggo – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menguji kesiapan operasional dengan memanfaatkan ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sebagai landasan alternatif bagi pesawat militer, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono mengatakan, pengujian tersebut bertujuan memastikan kemampuan TNI AU memanfaatkan infrastruktur daerah untuk mendukung operasi udara. Kemampuan itu dinilai penting untuk menjaga fleksibilitas dan kesinambungan operasi dalam berbagai kondisi.

"Bagi kami, kemampuan ini menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan untuk menjaga fleksibilitas dan kesinambungan operasi udara, dalam berbagai kondisi tentunya," jelas Tonny

Menurut Tonny, keberadaan landasan alternatif dapat mendukung pergerakan pesawat ketika pangkalan udara utama tidak dapat digunakan atau membutuhkan dukungan tambahan. Karena itu, TNI AU perlu memastikan kesiapan lokasi sebelum menggunakannya dalam pengujian maupun untuk kebutuhan operasional tertentu.

 

TNI AU Verifikasi Kondisi Jalan Tol

Sebelum pengujian berlangsung, TNI AU melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kelayakan ruas jalan tol sebagai landasan alternatif.

Pemeriksaan meliputi aspek teknis pesawat dan landasan, kondisi permukaan jalan, lingkungan sekitar, marka jalan, serta sejumlah faktor pendukung lainnya. TNI AU kemudian menyampaikan hasil verifikasi tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Ruas tol yang digunakan memiliki panjang sekitar 3,5 kilometer dengan lebar 24 meter. Tonny menyebut dimensi tersebut telah memenuhi spesifikasi keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk ruas tol yang digunakan sepanjang 3,5 kilometer dengan lebar 24 meter, semua sudah masuk dalam spesifikasi keamanan sesuai ketentuan," ujar Tonny.

Dalam pengujian di Tol Paspro, TNI AU mengerahkan dua pesawat EMB 314 Super Tucano dari Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua F-16 Fighting Falcon dari Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Madiun.

Keempat pesawat tersebut menjalani uji coba pendaratan dan lepas landas, termasuk manuver touch and go. Aktivitas itu menarik perhatian warga sekitar karena suara mesin pesawat terdengar keras saat pesawat bermanuver di atas ruas tol. 

Pengujian ini menjadi salah satu upaya TNI AU menyiapkan alternatif lokasi untuk mendukung pergerakan pesawat ketika pangkalan udara utama tidak dapat digunakan atau membutuhkan dukungan tambahan.